Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau proses pembebasan lahan untuk proyek normalisasi Kali Ciliwung di kawasan Cawang, Jakarta, Kamis (29/1/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanGubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mempercepat normalisasi sungai di tengah musim kemarau.“Untuk Jakarta sekali lagi, normalisasi sungai akan kami lakukan ketika debit air sedang kecil,” kata Pramono usai menghadiri acara Capacity Building terkait Obligasi Daerah di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (21/7).Pramono menjelaskan, normalisasi akan dilakukan di sejumlah titik yang lahannya telah dibebaskan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta bersama Kementerian ATR/BPN.“Maka untuk itu pembangunan di beberapa titik yang sudah dibebaskan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Kementerian BPN, maka kami akan segera melakukan normalisasi di beberapa tempat yang sudah dibebaskan yang kemarin dua, tiga minggu lalu saya ke sana,” ujarnya.Petugas mengoperasikan alat berat untuk mengeruk sedimentasi dan lumpur Kali Ciliwung di Jalan Terusan Kuningan, Jakarta, Rabu (4/2/2026). Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTOMeski demikian, Pramono menyebut Jakarta hingga saat ini belum mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Namun, Pemprov DKI tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila kekeringan berlangsung lebih lama.“Tetapi untuk kekeringan itu, di Jakarta sendiri sampai hari ini memang belum mengalami. Tapi tentu kami mengantisipasi untuk itu. Bagaimana kalau itu terjadi, keringnya panjang, sumber airnya enggak ada, maka tentunya harus ada langkah-langkah yang dilakukan,” katanya.Petugas gabungan melakukan pengerukan sedimentasi lumpur di Kali Sepak menggunakan alat berat, Jakarta Barat, pada Senin (26/1/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanUntuk mematangkan langkah antisipasi tersebut, Pramono mengatakan akan menggelar rapat khusus pekan depan. Hasil rapat itu nantinya akan disampaikan kepada masyarakat.“Tetapi kalau Jakarta nanti minggu depan saya secara khusus akan merapatkan ini untuk menyampaikan kepada publik bagaimana penanganan yang ada di Jakarta,” tutur Pramono.Saat ditanya mengenai potensi meningkatnya polusi udara akibat musim kemarau, Pramono menegaskan pemerintah akan menangani persoalan tersebut bersamaan dengan upaya mengantisipasi kekeringan.“Ya mau air, mau polusi, dua-duanya ditangani,” tutupnya.