FIFA Panen Cuan di Piala Dunia 2026, tapi Komersialisasi Dikritik Fans

Wait 5 sec.

Sejumlah pesepak bola Tim Nasional Spanyol bersama pelatihnya, Luis de la Fuente (kiri) berselebrasi saat mengangkat trofi juara Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026) waktu setempat. Foto: ANTARA FOTO/Michael Teguh Adiputra SiahaanGelaran Piala Dunia 2026 telah berakhir, ditutup dengan kemenangan Spanyol atas Argentina dengan skor 1-0. Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 disebut sebagai penyelenggaraan paling sukses, dengan FIFA meningkatkan ekspektasi pendapat sekitar USD 2 miliar. Sebelumnya, FIFA memperkirakan bakal memperoleh pendapatan dari Piala Dunia 2026 sekitar USD 9 miliar.Dikutip dari Bloomberg, Selasa (21/7), lebih dari 15 juta orang memadati stadion dan area festival selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Tahun ini merupakan penyelenggaraan Piala Dunia terbesar berdasarkan jumlah penonton, meski harga tiket pertandingan juga mencapai rekor tertinggi.Meski demikian, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 diselimuti kontroversi. Format 48 tim yang bertanding memang menghasilkan kisah-kisah tim underdog yang berhasil mencapai babak gugur untuk pertama kalinya. Namun, format ini membuat pemain kelelahan, dengan total 104 pertandingan selama 39 hari penyelenggaraannya.Penggemar juga muak dengan obsesi FIFA terhadap keuntungan finansial. Contohnya, FIFA memperkenalkan harga tiket dinamis pada penyelenggaraan Piala Dunia 2026 -- sistem yang secara otomatis memodifikasi biaya sesuai dengan permintaan waktu nyata (realtime) dan ketersediaan inventaris. Hasilnya: harga jadi sangat tinggi."Ada perasaan campur aduk terhadap FIFA. Sejujurnya, saya pikir penyelenggaraan Piala Dunia (tahun) ini bagus, tapi dengan penetapan harga dinamis dan banyak masalah tiket serta visa sangat menyulitkan banyak orang untuk bisa menonton pertandingan," kata penggemar dari Nashville, Asad Hussain.Para pemain Inggris merayakan kemenangan bersama para penggemar setelah memenangkan pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Kota Meksiko pada 5 Juli 2026. Foto: Ulises Ruiz / AFPFIFA berhasil meraih cuan besar dari penyelenggaraan tahun ini. Selain mengambil bagian dari penjualan makanan dan minuman pada hari pertandingan dan penjualan kembali tiket (resale), FIFA bahkan menjual potongan lapangan tempat pertandingan final Spanyol-Argentina diadakan. Dengan harga USD 3 ribu, penggemar bisa mendapatkan sebagian kecil rumput yang diawetkan dalam resin dan mendapat trofi Piala Dunia kecil dari kaca kristal.FIFA juga menemukan berbagai cara untuk "mengamankan" lebih banyak cuan di masa depan. Hydration break, contohnya, dikritik penggemar penggemar karena dinilai mengganggu pertandingan. FIFA mengeklaim hydration break didasarkan pada kesejahteraan pemain selama pertandingan yang berlangsung di tengah musim panas yang menyengat. Namun, hydration break membuat penyiar resmi seperti Fox di AS untung karena menjual lebih banyak iklan.Beberapa perkiraan menunjukkan iklan Piala Dunia 30 detik biasanya dijual dengan harga antara USD 250 ribu dan USD 750 ribu, tergantung pada tahapan turnamen, pertandingan, dan perkiraan jumlah penonton. Dengan dua kali hydration break per pertandingan, penyiar akan mendapatkan 8 slot baru iklan 30 detik dalam pertandingan atau 832 slot baru di seluruh pertandingan.Inventaris iklan tambahan dapat membawa hampir USD 500 juta tergantung pada premi dan tarif rata-rata yang ditawarkan, berpotensi mengimbangi lebih dari setengah dari apa yang dilaporkan dibayar Fox untuk hak siar pertandingan. Ini berarti FIFA memperoleh pendapatan yang lebih besar lagi dari penjualan hak siar di penyelenggaraan berikutnya.