Danantara Dorong PT PAL Percepat Transformasi dan Perkuat Industri Maritim Nasional

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, SURABAYA -  PT Danantara Asset Management (DAM) mendorong PT PAL Indonesia mempercepat transformasi perusahaan melalui penguatan tata kelola, optimalisasi teknologi, dan percepatan program strategis guna memperkuat industri maritim nasional.Komisaris Utama PT DAM Rabin Indrajad Hattari menegaskan perusahaan harus membangun korporasi yang sehat, menerapkan tata kelola yang baik, serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saing secara berkelanjutan seiring meningkatnya penugasan strategis dari pemerintah.Rabin menilai PT PAL Indonesia sebagai aset strategis nasional yang berperan penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang kuat. Ia juga mengapresiasi sistem manajemen proyek PT PAL yang mampu menjaga disiplin pelaksanaan berbagai proyek strategis.Karena itu, PT DAM akan terus mendorong pemerintah mendukung program-program strategis PT PAL agar perusahaan dapat mempercepat transformasi dan meningkatkan kontribusinya terhadap penguatan industri galangan kapal nasional.“Perusahaan harus mempercepat transformasi melalui penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan adopsi teknologi sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang,” ujar Rabin.Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menjelaskan perusahaan tidak hanya berfokus meningkatkan produktivitas, tetapi juga membangun ekosistem industri maritim yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.Menurut Kaharuddin, industri galangan kapal memberikan efek berganda yang lebih besar dibandingkan banyak sektor industri lainnya. Industri ini menggerakkan rantai pasok nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar, baik secara langsung maupun tidak langsung.Ia menambahkan setiap pembangunan kapal di PT PAL mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), memperkuat industri pendukung, dan membuka peluang kerja yang luas di berbagai sektor.“PT PAL menciptakan manfaat ekonomi yang menyebar luas dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan industri nasional,” kata Kaharuddin. (*)