Inovasi Bantul! Sampah Plastik Diubah Jadi Bahan Bakar Alternatif Petasol

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, YOGYAKARTA - KSM Pilah Berkah di Imogiri, Bantul, berhasil mengubah sampah plastik menjadi Petasol, bahan bakar alternatif yang membantu mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi limbah.Sejak berdiri pada 2017, KSM Pilah Berkah mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Awalnya, kelompok ini hanya memiliki empat anggota dan melayani satu kalurahan. Kini, KSM Pilah Berkah menjalin kemitraan dengan 10 kalurahan dan memberdayakan 15 anggota untuk mengelola seluruh proses pengolahan sampah.Konsultan Program Daur Ulang Sampah KSM Pilah Berkah, Arif Sholikin, mengatakan pihaknya mulai memperkuat tata kelola pengelolaan sampah pada 2021 agar sistem berjalan lebih profesional dan berkelanjutan.BRIN dan Pertamina Foundation menyerahkan mesin pirolisis kepada KSM Pilah Berkah pada Juni 2026. Bantuan tersebut mendorong kelompok itu mengolah hampir seluruh jenis sampah plastik, kecuali PET dan PVC, menjadi Petasol yang memiliki karakteristik mirip solar.Ketua KSM Pilah Berkah, Yekti Murwani, menjelaskan mesin pirolisis mampu mengolah sekitar 50 kilogram sampah plastik per hari menjadi 40 hingga 45 liter Petasol.KSM Pilah Berkah memanfaatkan Petasol untuk mengoperasikan mesin pengolah sampah, genset, dan truk pengangkut sampah. Inovasi ini juga meningkatkan nilai ekonomi plastik bernilai rendah yang sebelumnya hanya dihargai Rp600 hingga Rp1.000 per kilogram menjadi sekitar Rp10.000 hingga Rp12.000 per liter Petasol.Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan teknologi pirolisis berpotensi mengurangi timbunan sampah plastik yang mencapai sekitar 180 ton dari total 600 ton sampah harian di Bantul. Karena itu, Pemkab Bantul berencana memperluas penggunaan mesin pirolisis ke kelompok pengelola sampah lainnya.Perwakilan BRIN, Heru Susanto, menjelaskan teknologi pirolisis mengubah limbah plastik menjadi minyak melalui proses pemanasan tanpa oksigen. Selain mengurangi sampah, teknologi ini membuka peluang ekonomi baru dan mendukung penyediaan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan. (*)