IDI Kukar Dorong Skrining Kesehatan Mental, Deteksi Dini Dinilai Penting Cegah Gangguan Jiwa

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, KUKAR – Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental dinilai perlu terus ditingkatkan. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kutai Kartanegara (Kukar) menilai skrining atau pemeriksaan kesehatan mental menjadi langkah penting untuk mendeteksi dini potensi gangguan kejiwaan sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.Ketua IDI Cabang Kukar, Arif Risdianto, mengatakan pemeriksaan kesehatan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada kondisi fisik. Menurutnya, kesehatan mental juga harus menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh."Kalau sekarang untuk kesehatan mental, kesehatan jiwa itu sangat penting. Jadi untuk pemeriksaan kesehatan secara holistik itu bukan hanya pemeriksaan kesehatan secara fisik, tapi juga secara mental. Dan memang ini sudah menjadi standar Organisasi Kesehatan Dunia WHO," ungkapnya, pada Sabtu (25/7/2026).Menurut Arif, masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental. Padahal, berbagai gangguan kejiwaan dapat dikenali lebih awal apabila dilakukan skrining sejak dini."Memang kalau kita gali lebih lanjut, banyak dari masyarakat sekarang tingkat kesehatan mentalnya itu patut kita waspadai. Karena memang ada potensi orang dengan gangguan kesehatan mental itu ke arah suicide (bunuh diri) ataupun ke arah lain yang bisa mencelakakan dirinya ataupun orang lain,"  tuturnya. Ia menambahkan, penanganan kesehatan mental tidak hanya mengandalkan dokter spesialis jiwa. Di Kukar, layanan tersebut juga melibatkan psikolog dan psikolog klinis, termasuk bekerja sama dengan kepolisian maupun lembaga perlindungan perempuan dan anak dalam menangani kasus-kasus yang membutuhkan pendampingan."Kesehatan mental bukan hanya tentang psikiatri atau spesialis kesehatan jiwa, tapi juga ada psikolog, psikolog klinis. Kita juga ada kolaborasi dengan itu," jelasnya.Di sisi lain, Arif mengakui ketersediaan dokter spesialis jiwa di  Kukar masih sangat terbatas. Saat ini, hanya ada satu dokter spesialis jiwa yang tergabung di IDI Kukar untuk melayani masyarakat di wilayah yang cukup luas."Kebetulan kalau spesialis kami untuk IDI Kukar cuma ada satu spesialis jiwa. Mudah-mudahan ada yang mau sekolah spesialis, mudah-mudahan bisa diterima," tutupnya. (*)