Dokter Ungkap Jenis Obat yang Berisiko Memicu Batu Ginjal

Wait 5 sec.

Ilustrasi minum obat. Foto: MIA Studio/ShutterstockTak sedikit orang khawatir terlalu sering minum obat atau suplemen dapat memicu batu saluran kemih. Faktanya, tidak semua obat memiliki efek tersebut, tetapi ada beberapa jenis obat dan suplemen yang memang dapat meningkatkan risikonya jika digunakan dalam jangka panjang atau tidak diimbangi dengan gaya hidup sehat.Menurut Dokter Spesialis Urologi RS Premier Bintaro, dr. Teguh Risesa Djufri, Sp.U, tidak semua obat dapat menyebabkan batu ginjal alias batu saluran kemih.Jenis Obat yang Berisiko Memicu Batu Saluran KemihMenurut dr. Teguh, beberapa jenis obat yang diketahui dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal antara lain obat imunosupresan, obat antivirus yang digunakan dalam jangka panjang, misalnya untuk terapi hepatitis atau HIV, serta obat antiepilepsi.Dokter Spesialis Urologi RS Premier Bintaro, dr. Teguh Risesa Djufri, Sp.U, dalam acara Media Gathering Penangan Terkini Batu Saluran Kemih bersama RS Premier Bintaro di Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparanSelain itu, beberapa jenis multivitamin juga dapat berkontribusi terhadap pembentukan batu ginjal Namun, suplemen yang paling sering dikaitkan dengan kondisi ini adalah kalsium.Minum Kalsium Harus Diimbangi dengan BergerakSelain itu, dr. Teguh pun menegaskan bahwa kalsium tetap penting untuk menjaga kesehatan tulang. Namun, konsumsi suplemen ini perlu diimbangi dengan aktivitas fisik agar penyerapannya ke tulang lebih optimal.“Karena sebenarnya kalsium yang dibentuk tubuh itu dapat menghasilkan kalsium sendi dan kalsium kalau dikonsumsi dia akan diserap oleh tulang kalau dia bergerak,” ujarnya dalam acara Media Gathering Penangan Terkini Batu Saluran Kemih bersama RS Premier Bintaro di Jakarta Selatan, Rabu (22/7).Ilustrasi minum obat. Foto: maroke/ShutterstockMenurutnya, jika seseorang rutin mengonsumsi kalsium tetapi jarang bergerak, kelebihan kalsium dapat dikeluarkan melalui urine dan pada orang yang memiliki faktor risiko dapat berpotensi membentuk batu ginjal.Ia menambahkan, anjuran untuk berjalan kaki atau rutin berolahraga setelah mengonsumsi kalsium bukan sekadar slogan. Selain mengikuti dosis yang dianjurkan dokter, masyarakat juga perlu menjaga gaya hidup aktif agar manfaat kalsium dapat diperoleh secara optimal sekaligus membantu mengurangi risiko terbentuknya batu ginjal.“Makanya ada beberapa iklan kalsium yang bilang kalau kalian minum kalsium harus bergerak 10.000 langkah. Itu benar. Jadi kalau dia tidak jalan, kalsiumnya nggak akan diserap oleh tulang. Cuma akan keluar di urine dan dibuang jadi batu Kalau dia ada potensi jadi batu,” tegas dr.Teguh.