Populer: BI Dorong Pembiayaan Produktif; Stasiun Bekasi Diperluas

Wait 5 sec.

Ilustrasi logo Bank Indonesia. Foto: Reuters/Fatima El-Kareem; Pembiayaan produktif BI menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Sabtu (25/7). Selain itu, perluasan Stasiun Bekasi. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:BI: Pembiayaan Harus Berdampak ke Pelaku Usaha hingga PetaniGubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dalam penutupan KKI, Minggu (10/8). Foto: Bank IndonesiaBank Indonesia (BI) mendorong transformasi pembiayaan nasional agar lebih berorientasi pada sektor produktif demi menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menekankan pentingnya dampak kebijakan pembiayaan yang dapat dirasakan oleh seluruh pelaku usaha, mulai dari perusahaan besar hingga pedagang, petani, pengrajin, dan wirausaha muda di berbagai daerah. Penguatan ini didukung bauran kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM), serta ekspansi digitalisasi pembayaran melalui QRIS, BI-FAST, dan SNAP.Kinerja kredit perbankan menunjukkan perbaikan signifikan, dengan pertumbuhan 12,67 persen secara tahunan (yoy) hingga Juni 2026, meningkat dari 11,51 persen yoy pada Mei. Pertumbuhan ini didorong lonjakan kredit korporasi sebesar 24,90 persen yoy. BI memproyeksikan pertumbuhan kredit 2026 tetap di kisaran 8-12 persen, didukung fasilitas pinjaman belum dimanfaatkan (undisbursed loan) sebesar Rp 2.490 triliun atau setara 21,52 persen dari total plafon.Dari sisi pendanaan, ruang ekspansi kredit masih terbuka seiring pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 10,21 persen yoy. Pemerintah melalui Kementerian UMKM memperluas akses pembiayaan UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pembentukan holding UMKM. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memperkuat ekosistem pembiayaan inklusif. Stasiun Bekasi Bakal Diperluas, Terhubung Kawasan Summarecon-LRT JabodebekSejumlah penumpang mengunakan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi, Senin (23/5/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanPT Summarecon Agung Tbk memulai pembangunan Ekstensi Stasiun Bekasi, menandai bagian dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Bekasi. Proyek ini akan dibangun di atas lahan seluas 7.038 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 6.733 meter persegi. Bangunan tiga lantai ini akan dilengkapi dengan koridor penghubung dan sky bridge untuk memfasilitasi mobilitas penumpang.Pengembangan kawasan ini tidak hanya fokus pada perluasan stasiun, tetapi juga akan dilanjutkan dengan pembangunan jalur transportasi massal sepanjang sekitar 5 kilometer (km). Jalur ini dirancang untuk menghubungkan wilayah utara Kota Bekasi, kawasan Summarecon Bekasi, kawasan TOD, hingga Stasiun LRT Jabodebek. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti bahwa pembangunan ini akan mendukung mobilitas dan pengembangan kawasan berbasis transit.President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, menyatakan bahwa Stasiun Bekasi Ekstensi ditujukan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap transportasi massal dan sekaligus mengurangi kepadatan penumpang di Stasiun Bekasi yang sudah ada. Ekstensi ini akan melayani penumpang dari arah barat dan selatan, sementara stasiun lama akan fokus melayani masyarakat dari arah utara dan timur. Sebelumnya, Summarecon juga telah berkontribusi pada infrastruktur kota dengan membangun Fly Over KH Noer Ali sepanjang sekitar satu kilometer, guna meningkatkan konektivitas dan mengurangi kemacetan lalu lintas.