Ilustrasi lari. Foto: ABB Photo/Shutterstock @kumparan Komunitas Entourage akhirnya buka suara setelah menuai sorotan terkait dugaan diskriminasi terhadap warga Indonesia dalam sejumlah aktivitas lari yang mereka selenggarakan di Bali. "Kami ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya ke semua pihak yang merasa tersinggung atau terluka. Kami tak pernah bermaksud bersikap tidak hormat ataupun melakukan diskriminasi terhadap siapa pun," kata Komunitas Entourage dalam pernyataan resminya, Jumat (24/7). Entourage menjelaskan bahwa komunitas tersebut awalnya dibentuk sebagai wadah bagi para digital nomad di Bali agar dapat saling terhubung dan mengikuti berbagai kegiatan bersama selama berada di Pulau Dewata. "Komunitas kami beranggotakan orang-orang dari berbagai negara, termasuk Indonesia," lanjutnya. Meski demikian, Entourage mengakui telah melakukan kesalahan dalam sistem persetujuan otomatis untuk grup WhatsApp dan sejumlah kegiatan non-lari. "Saat berupaya menciptakan ruang bagi para digital nomad untuk saling bertemu, sistem tersebut justru menimbulkan bias sehingga sebagian, meski tidak semua, pengguna nomor telepon Indonesia (+62) ditolak secara keliru," jelasnya. 📸: Dok. AFP. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | lariwnabali | news | oneliner | R169 | E129 | E158 #bicarafaktalewatberita #kumparan ♬ News / Information programs / Headlines / Morning(1039352) - OYKT @kumparan Event lari di Bali yang melarang WNI untuk ikut berpartisipasi tengah disorot publik. Event tersebut ternyata digelar oleh Entourage Bali yang digawangi dua orang WNA asal Belanda berinisial JAS (35), pemegang Izin Tinggal Terbatas (ITAS) untuk bekerja, dan berinisial HQV (37), pemegang ITAS Investor. "Kedua WNA tersebut diketahui telah meninggalkan wilayah Indonesia pada Rabu, 23 Juli 2026 malam menggunakan maskapai KLM tujuan Singapura melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai," kata Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, Jumat (24/7). Karena dua WNA tersebut sudah pergi ke luar negeri, maka penindakan yang dilakukan oleh Imigrasi yakni penangkalan untuk masuk ke Indonesia. Di sisi lain, Kantor Imigrasi Ngurah Rai saat ini telah melakukan proses pemanggilan penjamin/sponsor dari kedua WNA tersebut, yaitu PT SIG. Hendarsam juga sudah memerintahkan jajaran Imigraasi Bali untuk memeriksa event organizer-nya. "Jika ada WNA, langsung tangkap,” tegas Hendarsam. 📸: Dok. AFP/Ilustrasi, kumparan/Iqbal & Jamal, Ditjen Imigrasi, Kemenparekraf. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | lariwnabali | news | svl | R158 | E070 #bicarafaktalewatberita #kumparan ♬ original sound - kumparan - kumparan @kumparan "Ada klub lari di Bali melarang orang Indonesia bergabung. Sudah waktunya kita membela orang Indonesia yang kita cintai." Pernyataan itu disampaikan Josh, warga negara Inggris yang tinggal di Bali dan merupakan suami dari seorang WNI. Ia mengaku prihatin melihat dugaan adanya komunitas lari yang melarang WNI ikut bergabung. Menurutnya, tindakan tersebut tidak seharusnya terjadi dan merupakan bentuk diskriminasi terhadap warga lokal. Kasus ini kini menjadi perhatian kepolisian. Meski belum ada laporan resmi, Polres Badung menyatakan akan mengecek aktivitas komunitas tersebut untuk mendalami ada atau tidaknya dugaan pelanggaran hukum terkait isu diskriminasi dan rasisme. 📸: Dok. Kemenparekraf, AFP, Shutterstock. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | lariwnabali | news | svl | R158 | E164 | E103 | V179 | V157 #bali #bicarafaktalewatberita #kumparan ♬ original sound - kumparan - kumparan