Proses produksi dan perakitan motor listrik merek ALVA di pabrik berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Foto: ALVA IndonesiaKetua Umum Asosiasi Kendaraan Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setiyadi meminta pemerintah segera memberi kepastian perihal program insentif pembelian motor listrik tahun ini. Ia menyoroti potensi dampak yang akan ditimbulkan."Kalau penjualan sebetulnya, kemarin ada ingar bingar ramai menyangkut masalah subisidi. Memang ada pengaruh, tetapi bukan pengaruh yang baik karena pasti orang jadi menunggu saat mau membeli," buka Budi kepada kumparan, Jumat (24/7/2026).Budi menambahkan, sembari menunggu kepastian dari pemerintah, pihaknya bersama dengan para produsen disebut telah melakukan berbagai antisipasi terkait strategi dan program penjualan guna menggaet lebih banyak pembeli."Kemarin disampaikan Pak Menteri Keuangan kan disebut (insentif) mundur sampai Agustus. Ya kalau memang ada Alhamdulillah, kalau tidak ada pun kita akan fight begitu. Tetapi ya harapan kita pemerintah jangan gantung," katanya.Motor listrik Polytron Fox 500 ditampilkan saat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparanPasalnya, Budi bilang sudah cukup banyak merek yang melakukan investasi di dalam negeri, seperti membangun pabrik dengan kapasitas produksi yang tidak sedikit. Untuk itu, bantuan dari pemerintah disebutnya akan sangat membantu."Indonesia ini secara kuantitas pabriknya sudah cukup banyak, tinggal untuk kita bisa bertahan diharapkan harus ada bantuan pemerintah, baik itu fiskal atau non-fiskal. Apalagi ada rencana motor listrik nasional, masyarakat jadi tahu bahwa ini (motor listrik) akan semakin banyak digunakan," jelasnya.Diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan program insentif motor listrik tahun ini tetap berlanjut, namun skemanya akan diubah dari rencana awal. Pemerintah berencana hanya akan memberikan untuk pabrikan tertentu.Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Kemenkeu, Jakarta, Jumat (24/7/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan“Motor listrik masih ada insentif, nanti tapi dialihkan ke beberapa perusahaan tertentu. Saya masih tunggu masukan dari Menperin dan dari Danantara, Pak Sigit (Chief Technology Officer/CTO BPI Danantara), karena dia yang diminta menentukan ke [perusahaan] mana subsidinya,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).Purbaya menyebut penentuan perusahaan penerima insentif masih dibahas. Sehingga pemerintah belum merinci mekanisme maupun kriteria perusahaan yang akan mendapatkan dukungan tersebut. Selain untuk motor listrik, kebijakan serupa bagi mobil listrik juga masih dikaji.Mengenai besaran kuota insentif motor listrik yang akan diberikan, Purbaya memastikan jumlahnya tetap sama untuk 100 ribu unit dengan nilai Rp 5 juta per unit. “Masih [sama seperti sebelumnya],” ucapnya.