Kisah Diska Korban KM Nurul: Mengapung di Laut Bersama Jasad Ibu-Bapaknya

Wait 5 sec.

KN SAR Kamajaya yang mengangkut jenazah diduga korban KM Nurul Salsa melintas di perairan Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/7/2026). Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTODiska Yanti tak pernah menyangka bahwa perjalanan bersama ibu dan bapaknya menggunakan KM Nurul Salsa menjadi momen kebersamaan terakhir mereka.Anak berusia 7 tahun itu berangkat bersama kedua orang tuanya dan pamannya, Bau Asseng, dari Pelabuhan Jampea pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA. Saat itu, perjalanan berjalan normal.Namun, ketika kapal berada sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng, KM Nurul Salsa mengalami gangguan mesin. Kapal kemudian dihantam gelombang besar hingga oleng dan akhirnya para penumpang terseret arus laut.Dalam kondisi tersebut, Diska, kedua orang tuanya, dan pamannya berusaha bertahan hidup dengan berpegangan pada sebuah gabus. Namun, kondisi kesehatan kedua orang tua Diska terus menurun hingga akhirnya sang ibu meninggal dunia, disusul ayahnya.Diska dan pamannya, Bau Asseng, sempat berusaha mempertahankan jasad kedua orang tuanya dengan harapan dapat dimakamkan secara layak."Berpegangan di gabus," kata Asseng kepada petugas melalui keterangan tertulis, Rabu (22/7).Diska, anak 7 tahun korban selamat KM Nurul Salsa. Foto: kumparanSetelah tiga hari terombang-ambing di laut, kondisi jasad orang tua Diska memburuk. Dengan berat hati, Asseng akhirnya melepas jasad keduanya di tengah laut."Setelah tiga hari bertahan di atas gabus, ayah dan ibunya Diska dilepas," ujarnya.Pesan Terakhir Ayah DiskaAsseng mengatakan, sebelum meninggal dunia, ayah Diska sempat menitipkan putrinya agar dijaga."Tolong jaga Diska," lirih sang ayah sebelum mengembuskan napas terakhirnya di atas selembar gabus.Pesan tersebut kemudian dipegang Asseng hingga ia bersama Diska berhasil diselamatkan oleh nelayan yang menemukan mereka mengapung di perairan Sangeang, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).Hingga kini, Diska masih menjalani perawatan di RSUD KH Hayyung Selayar karena kondisi fisiknya yang lemah setelah bertahan selama beberapa hari di laut.