STB dan Traveloka Lanjut Kemitraan, Bidik Wisatawan ASEAN hingga Australia

Wait 5 sec.

Ilustrasi Australia Foto: Taras Vyshnya/ShutterstockSingapore Tourism Board (STB) dan Traveloka resmi memperpanjang kerja sama kemitraan dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada Kamis (16/7). Pembaruan kemitraan strategis ini dilakukan guna mendorong lebih banyaknya wisatawan Asia Tenggara atau ASEAN dan Australia yang berkunjung ke Singapura.Wisatawan dengan target lebih banyak tersebut termasuk berasal dari Indonesia, yang menjadi pasar kedua terbesar bagi Singapura. Menurut data resmi yang dirilis STB, pada 2025, sekitar 2,4 juta wisatawan Indonesia telah berkunjung ke Singapura. Selain itu, empat pasar utama lainnya adalah Malaysia, Thailand, Vietnam, dan terbaru adalah Australia. Perjanjian ini memperpanjang kemitraan jangka panjang antara STB dan Traveloka yang telah terjalin sebelumnya melalui pada April 2019, Mei 2022, dan Januari 2024.Hal ini dilakukan untuk mengangkat posisi Singapura baik dari segi events marketing dan pengalaman, guna memanfaatkan posisi Singapura sebagai destinasi unggulan untuk hiburan dan pertunjukan berskala internasional.Kemudian melalui perpanjangan kerja sama ini, STB dan Traveloka akan berkolaborasi dalam empat area utama, yaitu: Kampanye pemasaran bersama (co-branded campaign) untuk mempromosikan Singapura melalui platform Traveloka; Konten perjalanan yang membantu wisatawan menemukan beragam pengalaman di Singapura; mendorong perjalanan wisata yang terhubung dengan beragam event yang berlangsung sepanjang tahun di Singapura; serta berbagi wawasan perjalanan berbasis data yang telah dikumpulkan dengan tetap menjaga privasi pengguna untuk membantu STB menyusun strategi pemasaran Singapura yang lebih relevan di setiap pasarChief Executive Singapore Tourism Board (STB), Melissa Ow dalam penandatanganan Memorandum of Cooperation (MOC) antara STB dengan Traveloka di Hotel Raffless Jakarta, Rabu (17/1/2024). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparanSementara, Traveloka berperan mendukung upaya Singapura dalam memperkuat posisinya sebagai destinasi pilihan wisatawan melalui jangkauan regional dan pemahaman mendalam terhadap perilaku konsumen."Perpanjangan kemitraan ini mencerminkan pentingnya Asia Tenggara dan Australia bagi sektor pariwisata Singapura, sekaligus menunjukkan kuatnya hubungan jangka panjang kami dengan Traveloka," ujar Chief Executive Singapore Tourism Board Melissa Ow, seperti dikutip dari siaran resmi yang kumparan terima, Rabu (22/7)."Jangkauan Traveloka yang luas serta pemahamannya terhadap perilaku wisatawan di kawasan ini menjadikannya mitra strategis dalam upaya kami meningkatkan kunjungan wisatawan berkualitas dan memastikan Singapura tetap menjadi destinasi yang ingin dikunjungi kembali."Co-founder Traveloka Albert mengatakan, "Singapura merupakan salah satu destinasi favorit bagi para pengguna kami, dan minat perjalanan terus menunjukkan pertumbuhan di berbagai pasar. Peran kami adalah menjadi mitra tepercaya yang menghubungkan wisatawan dengan pengalaman perjalanan terbaik melalui jangkauan audiens yang luas, insight konsumen, serta pengalaman pemesanan terintegrasi yang membantu STB menyampaikan cerita Singapura kepada wisatawan yang tepat. Setelah lebih dari setengah dekade bekerja sama, perpanjangan kemitraan ini menjadi bukti kepercayaan yang telah kami bangun bersama."Mustafa Center. Foto: Singapore Tourism Board (STB)Singapura juga secara konsisten menjadi salah satu destinasi luar negeri yang paling banyak dipilih wisatawan Indonesia di Traveloka, dengan minat yang terus meningkat. Seiring berlanjutnya kolaborasi antara STB dan Traveloka, kedua pihak akan memperkuat fokus dalam menghadirkan beragam inspirasi perjalanan melalui event dan pengalaman wisata di Singapura.Kemitraan ini juga sejalan dengan kampanye global STB bertajuk "We Don't Wait For Fun", yang menargetkan wisatawan muda di awal karier serta keluarga muda dengan anak untuk mendorong minat mereka menikmati pengalaman berlibur di Singapura.Kolaborasi ini juga membuka peluang untuk menghadirkan cara kerja baru di masa mendatang. Kedua pihak akan mengembangkan promosi yang selaras dengan kalender acara Singapura, serta mengeksplorasi bagaimana wawasan berbasis data dan teknologi AI yang terus berkembang, dapat mendukung penyampaian cerita destinasi dan membantu wisatawan menemukan berbagai konten inspiratif, dengan tetap mengikuti prinsip tata kelola data dan perlindungan privasi yang telah disepakati. Sebagai platform berbasis data, Traveloka melihat hal ini sebagai bagian dari perkembangan cara pemasaran destinasi modern yang akan diterapkan di berbagai wilayah di kawasan ini.