Kementan Siapkan 100 Ribu Pompa Air Antisipasi Kekeringan di Musim Kemarau

Wait 5 sec.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memimpin rapat koordinasi pembahasan pengembangan dan upaya stabilisasi harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (8/6/2026). Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTOKementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan 100 ribu pompa air jelang musim kemarau untuk antisipasi kekeringan di sawah. Musim kemarau memang biasanya terjadi pada Agustus alias bulan depan. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan, biasanya musim kemarau di Indonesia berlangsung selama tiga bulan. Setelah itu, masuk musim hujan pada November. “Ya memang musimnya. Tapi kita sudah antisipasi. Kenapa? Pompa ada Rp 100 ribu lebih,” katanya di kantor Kementan, Jakarta Selatan pada Senin (27/7).Kementan juga terus melakukan koordinasi dengan Kementerian PU untuk terus menjaga sistem pengairan ke sawah-sawah. Hal itu juga sudah ditindaklanjuti oleh Dirjen Lahan Irigasi Pertanian (LIP) Kementan, Hermanto."Sudah dari awal sudah terkoordinasi dan setiap ada beberapa titik yang menjadi apa kekeringan yang sangat ekstrem itu kita langsung turun bersama, kata Hermanto.Ia juga menjelaskan, saat ini Ditjen LIP juga sudah melakukan pemetaan terkait beberapa daerah yang potensial mengalami kekeringan. Beberapa daerah tersebut menurutnya ada di Pulau Jawa dan Sulawesi Selatan.Dia juga berkoordinasi untuk merumuskan langkah tepat dalam penanganan kekeringan tersebut.“Jadi ada beberapa titik yang memang khususnya di Pulau Jawa sudah mulai apa beberapa lokasi itu terjadi kekeringan tapi kita terus bantu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, hari Rabu ya rencananya itu kita mau rakor rakor untuk bisa melakukan konsolidasi lagi supaya di lapangan kita bisa lebih cepat lagi dari sekarang gerakan-gerakan kalau memang terjadi kekeringan,” ujarnya.