Ilustrasi korban tawuran Foto: Muhammad Faisal Nu'man / kumparanTawuran antarkelompok remaja terjadi di wilayah Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (27/7) dini hari. Dalam peristiwa tersebut, seorang pria berinisial RM (19) mengalami luka parah hingga pergelangan tangannya putus dan akhirnya meninggal dunia.Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri membenarkan adanya korban yang mengalami putus pada bagian pergelangan tangan akibat tawuran tersebut.“Betul, pergelangannya tangannya (putus),” kata Bobi saat dikonfirmasi kumparan Selasa (28/7).Korban yang mengalami patah pergelangan tangan tersebut dilaporkan meninggal dunia. Tak hanya itu, korban juga mengalami luka robek di bagian kepala dan beberapa luka di tubuhnya."Itu yang korban putus tangan meninggal dunia,” ujar Bobi. Kepalanya ada robeknya, terus badannya ada beberapa luka,” kata Bobi.Bobi menegaskan bentrokan tersebut bukan merupakan bentrok antarwarga. Kejadian tersebut merupakan tawuran yang melibatkan kelompok remaja.“Bukan bentrokan, tawuran anak-anak itu, bukan bentrokan. Tawuran antar kelompok remaja yang umur-umur 18 tahun ke atas, 17 tahun ke atas,” jelasnya.Berdasarkan informasi sementara dari kepolisian, tawuran tersebut juga bukan terjadi secara spontan. Kedua kelompok saling menantang untuk melakukan tawuran.“Tawuran janjian aja mereka. Saling nantangin,” tambah Bobi.Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Pihaknya telah memeriksa enam saksi dan mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat dalam aksi tawuran.“Kita sudah periksa saksi-saksi, sekitar enam orang saksi, terus kita sudah mengidentifikasi pelaku, sekarang lagi proses pengejaran pelakunya,” ungkap Bobi.Bobi memastikan situasi di sekitar lokasi kejadian saat ini telah kondusif. Polisi juga telah berkoordinasi dengan unsur pemerintah setempat untuk mencegah terjadinya tawuran susulan.“Saya sudah kumpulkan RW, RT, Lurah, serta Camat ya. Kita semua menolak ada tawuran lagi,” pungkas Bobi.