Usai Setahun Bekerja, 1.300 Dosen dan Tendik UMY Diajak Piknik Gratis

Wait 5 sec.

Tenaga kependidikan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berfoto bersama sebelum keberangkatan program wisata kampus pada Senin (20/7). Foto: Pandangan Jogja/Arif UT.Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberangkatkan lebih dari 1.300 dosen dan tenaga kependidikan (tendik) dalam program wisata kampus sebagai bentuk apresiasi atas kinerja mereka selama setahun terakhir. Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan peningkatan kesejahteraan pegawai yang pada periode kepemimpinan rektor saat ini dialokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar. Seluruh biaya perjalanan, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi hingga uang saku, ditanggung penuh oleh universitas.Program wisata kampus tersebut diikuti sekitar 700 dosen dan 624 tenaga kependidikan. Pemberangkatan dilakukan secara bertahap menuju Bandung dan Banyuwangi. Salah satu kloter menuju Bandung diberangkatkan pada Senin (20/7), sementara kloter lainnya telah lebih dahulu berangkat ke Banyuwangi.Deretan bus yang digunakan untuk memberangkatkan para tenaga kependidikan UMY dalam program wisata kampus pada Senin (20/7). Foto: Pandangan Jogja/Arif UT.Wakil Rektor UMY Bidang Sumber Daya, Prof. Dyah Mutiarin, mengatakan program tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada pegawai sekaligus bagian dari kebijakan peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan."Kita melihat bahwa pegawai ini kan sudah bekerja ya, dari keseluruhan tahun ini sudah bekerja dengan sangat baik dan kita perlu untuk memberikan apresiasi dari universitas," katanya.Menurut Dyah, program wisata kampus juga bertujuan meningkatkan indeks kebahagiaan pegawai. Universitas mengukur dampaknya melalui survei tahunan. Bagi tenaga kependidikan, peningkatan kebahagiaan diharapkan berdampak pada kualitas pelayanan kepada mahasiswa, sedangkan bagi dosen tercermin pada peningkatan kinerja catur dharma perguruan tinggi."Nah, kebijakan yang kita lakukan adalah wisata kampus. Terutama, wisata kampus ini juga bertujuan untuk meningkatkan indeks kebahagiaan para pegawai sehingga mereka merasa diapresiasi," ujarnya.Peserta program wisata kampus UMY berkumpul di lokasi pemberangkatan sebelum berangkat menuju Bandung pada Senin (20/7). Foto: Pandangan Jogja/Arif UT.Selain itu, universitas menanggung seluruh kebutuhan peserta selama mengikuti program wisata kampus agar pegawai dapat beristirahat dengan nyaman dan kembali bekerja dengan semangat baru."Kita berikan untuk akomodasi, kemudian untuk travel-nya, perjalanannya, kemudian juga ada makan, minum, kemudian ada uang saku juga. Insya Allah kita cover semuanya, supaya pegawai lebih semangat," katanya.Program tersebut bukan merupakan agenda rutin tahunan. Program wisata kampus ini baru pertama kali dilaksanakan pada periode kepemimpinan rektor saat ini.Salah satu tenaga kependidikan UMY, Imyan Suharsono, yang telah mengabdi selama 44 tahun, mengatakan program serupa telah menjadi salah satu benefit yang diterimanya selama bekerja di universitas."Saya bekerja di UMY sudah 44 tahun. Kalau diajak berwisata sudah tidak terhitung karena itu salah satu benefit. Bahwa UMY itu senantiasa selalu memberikan benefit, beberapa berupa wisata, umrah, haji, dan kinerja juga," katanya.Peserta program wisata kampus UMY bersiap mengikuti keberangkatan pada salah satu kloter perjalanan Senin (20/7).Bagi sebagian pegawai, program wisata kampus menjadi kesempatan untuk melepas penat dari rutinitas pekerjaan sebelum kembali menjalankan tugas melayani mahasiswa. Staf Administrasi UMY, Cikun, menilai kegiatan tersebut dibutuhkan agar kualitas pelayanan tetap terjaga."Jadi sebetulnya refreshment seperti ini dibutuhkan sekali oleh dosen dan juga tendik karena kita kan sebagai manusia biasa. Sejujurnya kita punya rasa lelah dan pengen melihat sesuatu yang nggak gitu-gitu mulu. Supaya pelayanan kita juga tetap optimal ke mahasiswa," katanya.Melalui program wisata kampus ini, UMY berharap dosen dan tenaga kependidikan dapat kembali bekerja dengan semangat baru sehingga pelayanan kepada mahasiswa semakin optimal.