Pendapatan Parkir Berlangganan Tembus Rp250 Juta, Peserta Terus Bertambah

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Program parkir berlangganan yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai menunjukkan hasil positif. Hingga akhir Juli 2026, pendapatan dari program tersebut telah mencapai sekitar Rp250 juta seiring meningkatnya jumlah masyarakat yang mendaftarkan kendaraannya.Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap sistem parkir berlangganan yang dikembangkan Pemkot Samarinda."Pendapatan yang sudah masuk sekitar Rp250 juta dan jumlah kendaraan yang mendaftar juga terus bertambah," ujar Manalu, pada Senin (27/7/2026).Menurutnya, program parkir berlangganan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan layanan parkir yang lebih praktis dan memberikan kepastian biaya bagi masyarakat. Kebijakan tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Samarinda Andi Harun untuk mempermudah metode pembayaran parkir. lihat foto Salah Satu Titik Lokasi Parkir Berlangganan Samarinda. Foto: BorneoFlash.com/Nur Ainunnisa"Pak Wali meminta bagaimana metode pembayaran parkir bisa dipermudah. Karena itu di Perwali sudah diatur pilihan pembayaran per bulan, per semester, dan per tahun," katanya.Dalam skema yang diterapkan, kendaraan roda dua dikenakan tarif Rp40 ribu per bulan atau sekitar Rp400 ribu apabila dibayarkan sekaligus untuk masa satu tahun. Sementara kendaraan roda empat dapat mengikuti program dengan biaya Rp1 juta per tahun.Manalu menjelaskan masyarakat yang memilih pembayaran tahunan akan memperoleh keuntungan lebih dibandingkan pembayaran bulanan. Selain itu, Dishub juga memberikan keringanan biaya bagi warga yang mendaftarkan lebih dari satu kendaraan."Kami juga memberikan keringanan bagi masyarakat yang memiliki lebih dari satu kendaraan melalui potongan biaya pendaftaran sehingga program ini semakin menarik untuk diikuti," jelasnya.Untuk memperluas jangkauan peserta, Dishub terus melakukan sosialisasi melalui berbagai kegiatan publik, seperti Car Free Day (CFD), Car Free Night (CFN), BASA-BASI, Pesta Pedas Puas, hingga Kantor Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Samarinda.Dishub juga telah menjalin kerja sama dengan Bank Mandiri untuk mendukung sistem pembayaran. Namun, kartu parkir berlangganan yang digunakan tidak menerapkan mekanisme isi ulang karena memanfaatkan teknologi RFID sebagai identitas kendaraan."Kami juga bekerja sama dengan Bank Mandiri. Sistem pembayarannya sudah disiapkan, tetapi memang tidak menggunakan mekanisme top up karena kartu parkir berlangganan berbasis RFID sebagai identitas kendaraan," ungkapnya.Meski pendapatan telah mencapai Rp250 juta, Manalu menegaskan angka tersebut tidak dapat dijadikan acuan pasti jumlah pelanggan. Pasalnya, terdapat pemilik kendaraan yang mendaftarkan lebih dari satu unit dengan tarif yang telah memperoleh potongan.Ia menambahkan manfaat program mulai dirasakan masyarakat. Pengguna yang telah memiliki kartu parkir berlangganan cukup menunjukkan kartu RFID kepada juru parkir tanpa perlu lagi membayar retribusi parkir di lokasi yang telah ditetapkan. lihat foto Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu. Foto: BorneoFlash.com/Nur Ainunnisa"Sudah ada masyarakat yang menunjukkan kartu parkir berlangganan, lalu juru parkir langsung pergi tanpa meminta bayaran. Tidak ada ancaman atau persoalan," tegasnya.Untuk memastikan layanan berjalan sesuai ketentuan, Dishub terus memberikan edukasi kepada seluruh juru parkir agar memahami hak pengguna parkir berlangganan dan tidak lagi melakukan penarikan biaya kepada pelanggan yang telah terdaftar."Kami terus memberikan pemahaman kepada juru parkir agar pelanggan parkir berlangganan tidak lagi dipungut biaya. Dengan begitu masyarakat bisa memperoleh layanan sesuai ketentuan," pungkasnya. (*)