BorneoFlash.com, SAMARINDA – Fenomena manusia silver yang masih kerap terlihat di sejumlah persimpangan jalan di Kota Samarinda dinilai tidak dapat diselesaikan hanya melalui operasi penertiban. DPRD Kota Samarinda menilai diperlukan langkah yang lebih komprehensif untuk mengatasi persoalan tersebut hingga ke akar permasalahannya.Anggota DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan upaya penegakan ketertiban tetap harus dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Namun, menurutnya, razia semata tidak akan memberikan dampak signifikan apabila tidak dibarengi dengan program yang menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat.Ia menilai kemunculan manusia silver di ruang-ruang publik umumnya dipicu oleh keterbatasan ekonomi dan sulitnya memperoleh pekerjaan yang layak. Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih mencari penghasilan di jalanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.“Penertiban harus dilakukan secara rutin dan konsisten, tidak cukup hanya sekali. Jika hanya sesekali dilakukan, mereka akan kembali lagi ke lokasi yang sama,” ujarnya pada Senin (27/7/2026).Menurutnya, pemerintah daerah perlu menghadirkan solusi yang lebih berkelanjutan melalui penciptaan lapangan kerja, program pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan bagi kelompok rentan. Dengan begitu, masyarakat memiliki alternatif mata pencaharian yang lebih produktif dan tidak bergantung pada aktivitas di jalan.Abdul Rohim menegaskan bahwa penanganan manusia silver seharusnya tidak hanya berfokus pada dampak yang terlihat di lapangan, tetapi juga pada faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya fenomena tersebut.“Persoalan ini tidak bisa dilihat hanya dari sisi ketertiban. Kita juga harus memahami kondisi ekonomi masyarakat yang mendorong mereka turun ke jalan untuk mencari penghasilan,” katanya.Selain persoalan sosial, ia juga menyoroti aspek keselamatan. Aktivitas manusia silver di persimpangan jalan dinilai berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan maupun pelaku itu sendiri, terutama di titik-titik yang memiliki volume kendaraan tinggi.Karena itu, Abdul Rohim meminta Satpol PP tetap aktif melakukan pengawasan dan segera merespons laporan masyarakat terkait keberadaan manusia silver di berbagai lokasi di Samarinda. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketertiban umum sekaligus memberikan rasa aman bagi pengguna jalan.Ia berharap pemerintah dapat menerapkan pendekatan yang seimbang antara penegakan aturan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan cara itu, upaya penanganan manusia silver tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.“Kalau kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan kesempatan kerja semakin terbuka, saya yakin fenomena manusia silver akan berkurang secara bertahap. Yang dibutuhkan adalah solusi yang menyentuh akar masalahnya,” pungkasnya.Menurut Abdul Rohim, ketertiban kota dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus berjalan beriringan agar persoalan sosial seperti manusia silver dapat ditekan secara bertahap di Kota Samarinda. Dengan pendekatan yang menyeluruh, pemerintah tidak hanya menjaga ketertiban ruang publik, tetapi juga membantu masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih layak dan produktif. (*/advdprdsamarinda)