Inovasi Hebat HP Lipat Galaxy Z 8 Series: Flex Titanium - Battery Silicon

Wait 5 sec.

Samsung Galaxy Z Fold 8 (kiri), Galaxy Z Fold 8 Ultra (tengah), Z Flip 8 (kanan). Foto: Habib Allbi Ferdian/kumparanSamsung membeberkan sejumlah inovasi teknologi baru di balik Galaxy Z 8 Series, yakni material lapisan layar baru Flex Titanium (terutama di Galaxy Z Fold 8 Ultra dan Fold 8) hingga baterai silicon carbon dengan super fast charging 45W. Samsung mengatakan pembaruan tersebut menjadikan Galaxy Z Fold 8 Ultra, Fold 8, dan Flip 8 sebagai lini handphone (HP) layar lipat paling canggih yang pernah mereka buat.HS Moon, Executive Vice President Samsung Electronics, mengatakan setiap inovasi pada Galaxy Z 8 Series lahir dari kebiasaan nyata pengguna perangkat foldable selama tujuh generasi terakhir.Menurutnya, Samsung tidak mengembangkan teknologi hanya demi menghadirkan inovasi baru. Seluruh keputusan desain dan rekayasa perangkat diawali dengan memahami bagaimana konsumen menggunakan perangkat mereka setiap hari serta apa yang mereka harapkan dari sebuah smartphone lipat.Moon mengatakan Samsung menetapkan tiga prioritas utama saat mengembangkan Galaxy Z 8 Series. Pertama adalah menghadirkan layar yang lebih besar dan lebih imersif. Kedua, membuat perangkat semakin tipis dan ringan agar lebih nyaman dibawa ke mana saja. Ketiga, mempertahankan performa kelas flagship tanpa menghilangkan keunggulan utama perangkat foldable.Namun, tantangan terbesar bukan sekadar mewujudkan satu aspek tersebut, melainkan menggabungkan semuanya dalam satu perangkat. Samsung juga menilai kebutuhan pengguna foldable kini semakin beragam.Pengguna yang membutuhkan produktivitas berbasis AI dan multitasking ditujukan ke Samsung Galaxy Fold 8 Ultra. Sementara Galaxy Fold 8 dirancang bagi pengguna yang lebih mengutamakan pengalaman menikmati konten dan hiburan. Adapun Galaxy Flip 8 menyasar pengguna yang ingin mengekspresikan gaya personal melalui perangkat yang ringkas."Tidak ada satu perangkat yang bisa memenuhi kebutuhan semua orang," kata Moon kepada jurnalis kumparanTECH, Habib Allbi Ferdian, dalam sesi media in-depth briefing Galaxy Unpacked 2026 di London, Inggris, pada Selasa (21/7).Galaxy Z Fold 8. Foto: Habib Allbi Ferdian/kumparanUntuk mencapai target tersebut, Samsung mengaku tidak hanya memperbarui satu komponen, tetapi merekayasa ulang keseluruhan sistem perangkat. Perusahaan mendesain ulang struktur layar, engsel, hingga sistem pendingin agar seluruh komponen bekerja secara keseluruhan sesuai karakter masing-masing form factor.Moon menyebut pendekatan tingkat sistem (system-level approach) menjadi pembeda utama Samsung dalam mengembangkan perangkat foldable.Inovasi yang benar-benar bermakna tidak bisa dicapai hanya dengan mengoptimalkan satu komponen secara terpisah.- HS Moon, Executive Vice President Samsung Electronics -Flex Titanium Jadi Fondasi BaruSalah satu inovasi terbesar yang diperkenalkan Samsung pada Galaxy Z 8 Series adalah Flex Titanium. Material ini dikembangkan setelah Samsung mengevaluasi kembali struktur layar foldable berdasarkan pengalaman mengembangkan perangkat lipat selama tujuh generasi.Titanium dipilih karena memiliki karakter yang kuat, stabil, serta tahan terhadap deformasi. Material tersebut bahkan banyak digunakan di industri kedirgantaraan karena daya tahannya. Namun, tantangan sesungguhnya bukan memilih titanium, melainkan bagaimana memproses material tersebut agar tetap kuat ketika terus-menerus dilipat dan dibuka.Samsung kemudian mengembangkan struktur baru yang terdiri dari dua lapisan, yakni titanium plate dan titanium alloy. Titanium plate berfungsi menyerap tekanan sekaligus meratakan permukaan layar. Sementara titanium alloy ultra-tipis ditempatkan di bawah panel untuk membantu mengurangi bekas lipatan tanpa mengorbankan fleksibilitas. Samsung juga merancang lattice pattern khusus di area lipatan agar material titanium tetap dapat menekuk meski secara alami memiliki tingkat kekakuan tinggi.Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra. Foto: Habib Allbi Ferdian/kumparanMoon menjelaskan Flex Titanium bukan hanya meningkatkan kekuatan perangkat, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap pengalaman pengguna. Permukaan layar menjadi lebih rata, bekas lipatan semakin minim, serta pantulan cahaya berkurang berkat lapisan anti-refleksi baru.Teknologi tersebut juga memungkinkan Galaxy Fold 8 Ultra hadir sebagai foldable paling tipis di dunia dengan ketebalan hanya 4,1 mm. Sementara Galaxy Fold 8 diklaim menjadi foldable paling ringan di dunia dengan bobot 201 gram.Samsung mengatakan Flex Titanium mampu mengurangi ketebalan struktur layar hingga 10 persen. Ruang tambahan itu kemudian dimanfaatkan untuk menghadirkan baterai lebih besar sekaligus sistem pendingin yang lebih optimal. Selain itu, Samsung juga menyempurnakan pengalaman membuka perangkat.Berdasarkan masukan pengguna, Samsung memperbarui desain engsel, struktur magnet, tegangan layar, hingga menambahkan lekukan kecil pada sisi lipatan agar perangkat lebih mudah dibuka menggunakan tangan.Baterai Silicon Carbon dan Super Fast Charging 45 WattSelain struktur perangkat, Samsung juga memperkenalkan baterai berbasis silicon carbon pada Galaxy Z 8 Series. Material anoda baru tersebut diklaim mampu meningkatkan kepadatan energi sehingga baterai memiliki kapasitas lebih besar tanpa memengaruhi ukuran bodinya.Samsung turut mendesain ulang beberapa komponen jeroan smartphone layar lipat mereka agar baterai tetap aman digunakan dalam jangka panjang. Berkat kombinasi Flex Titanium dan baterai silicon carbon, Galaxy Fold 8 Ultra kini dibekali baterai berkapasitas 5.000 mAh meski bodinya lebih tipis dibanding generasi sebelumnya. Samsung juga untuk pertama kalinya menghadirkan teknologi Super Fast Charging 45W pada lini foldable mereka, yakni untuk Galaxy Fold 8 Ultra dan Galaxy Fold 8.Menurut Moon, setiap arsitektur pengisian daya dirancang berbeda sesuai tata letak baterai dan karakter desain masing-masing perangkat agar kecepatan pengisian tetap optimal tanpa mengorbankan pengendalian suhu maupun keandalan jangka panjang.Diuji Lewat Lebih dari 100 SkenarioSamsung menegaskan inovasi tidak hanya berhenti pada spesifikasi, tetapi juga harus terbukti andal dalam penggunaan sehari-hari. Karena itu, Galaxy Z 8 Series menjalani lebih dari 100 jenis pengujian validasi sebelum dipasarkan. Pengujian tersebut mencakup uji jatuh dari berbagai sudut dan permukaan, simulasi lipatan berulang, uji tekanan dan kompresi, hingga pengujian terhadap kelembapan.Melalui berbagai pengujian tersebut, Samsung ingin memastikan Galaxy Z 8 Series tidak hanya menjadi perangkat foldable paling canggih, tetapi juga dapat digunakan dalam jangka panjang.Moon mengatakan seluruh inovasi Galaxy Z 8 Series merupakan hasil penyempurnaan yang terus dilakukan selama tujuh generasi perangkat foldable Samsung. Kekuatan Samsung bukan hanya terletak pada satu teknologi tertentu, melainkan pada proses pengembangan yang berkelanjutan, mulai dari memahami perilaku pengguna, mengembangkan material baru, merancang komponen, hingga menghadirkan pengalaman penggunaan yang utuh dalam tiga model Galaxy Z 8 Series.