Aktivitas Melaut Diminta Menyesuaikan Peringatan Cuaca dari BMKG

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, SAMARINDA — Masyarakat yang beraktivitas di perairan Kalimantan Timur (Kaltim) diminta lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mengingatkan nelayan maupun pengguna transportasi laut untuk selalu memantau perkembangan cuaca sebelum berangkat.Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, menegaskan bahwa informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) harus menjadi acuan utama sebelum melakukan perjalanan laut. Menurutnya, peringatan dini yang dikeluarkan BMKG perlu disikapi dengan serius demi menghindari risiko kecelakaan akibat cuaca buruk.Ia mengatakan, aktivitas pelayaran sebaiknya tidak dipaksakan apabila terdapat potensi gelombang tinggi maupun angin kencang. Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dibandingkan memaksakan perjalanan di tengah kondisi yang tidak mendukung.“Kalau ada peringatan dini dan cuaca dinilai berisiko, lebih baik perjalanan ditunda sampai kondisi kembali aman,” kata Buyung, pada Selasa (28/7/2026).Selain memperhatikan prakiraan cuaca, BPBD juga mengingatkan pentingnya memastikan seluruh perlengkapan keselamatan tersedia dan berfungsi dengan baik. Kapal yang digunakan harus dalam kondisi layak operasi, memiliki persediaan bahan bakar yang cukup, serta dilengkapi jaket pelampung untuk seluruh penumpang.Buyung menambahkan, alat komunikasi juga tidak boleh diabaikan. Radio komunikasi maupun perangkat pendukung lainnya perlu diperiksa terlebih dahulu, termasuk daya baterainya, agar dapat digunakan sewaktu-waktu jika terjadi keadaan darurat di laut.“Pastikan kapal siap digunakan, bahan bakar mencukupi, dan perlengkapan keselamatan tersedia. Radio komunikasi juga harus dicek agar bisa berfungsi saat dibutuhkan,” ujarnya.BPBD turut mengimbau masyarakat untuk selalu memberi kabar kepada keluarga atau kerabat mengenai tujuan perjalanan dan perkiraan waktu kembali. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk memudahkan proses pencarian apabila terjadi kendala selama berada di perairan.Bagi warga yang melakukan aktivitas seperti memancing atau berlayar dalam jarak tertentu, disarankan tidak berangkat seorang diri. Jika cuaca tiba-tiba berubah dan muncul tanda-tanda badai, masyarakat diminta segera mencari lokasi yang aman untuk berlindung.Berdasarkan informasi yang diterima BPBD, tinggi gelombang di sejumlah perairan Kaltim saat ini berkisar antara 1,5 hingga 2 meter atau berada pada kategori sedang. Meski demikian, kondisi tersebut dapat berubah dengan cepat dipengaruhi arah serta kecepatan angin.“Gelombang pada kisaran itu masih tergolong sedang, tetapi tetap perlu diwaspadai karena bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi angin,” jelasnya.Beberapa kawasan pesisir yang menjadi perhatian antara lain wilayah selatan Kaltim, mulai dari Balikpapan hingga Samboja. Sementara itu, daerah lain juga berpotensi mengalami dampak perubahan cuaca tergantung pola angin yang berkembang.Untuk kawasan Berau, karakteristik cuaca dipengaruhi pola angin yang berbeda dibanding wilayah selatan. Karena itu, masyarakat setempat tetap diminta mengikuti perkembangan informasi cuaca secara berkala.Menurut Buyung, masyarakat pesisir pada dasarnya telah terbiasa menghadapi perubahan kondisi alam. Namun, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan agar potensi kecelakaan di laut dapat ditekan semaksimal mungkin.“Pengalaman menghadapi kondisi alam memang sudah ada, tetapi keselamatan tetap yang utama. Hasil tangkapan bisa dicari lagi, sedangkan nyawa tidak bisa digantikan,” tutupnya. (*)