Trump Accounts Resmi Meluncur, Bayi di AS Dapat Modal Investasi Rp 17,92 Juta

Wait 5 sec.

Presiden AS Donald Trump berbicara di sebuah rapat umum Hari Kemerdekaan, menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, di National Mall di Washington, D.C., AS, Sabtu (4/7/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERSPresiden Amerika Serikat Donald Trump meluncurkan program tabungan baru bernama Trump Accounts yang memberikan dana awal sebesar USD 1.000 atau sekitar Rp 17,92 juta (kurs Rp 17.992) kepada bayi yang memenuhi syarat. Program yang didanai pemerintah ini memungkinkan orang tua maupun pihak lain menyetor hingga USD 5.000 atau sekitar Rp 89,61 juta per tahun sebagai investasi sejak anak lahir.Dalam wawancara dengan Bloomberg Money, analis senior ETF Bloomberg Intelligence, Eric Balchunas, menilai pilihan investasi yang disediakan dalam Trump Accounts menguntungkan bagi orang tua karena terdiri dari lima ETF dengan portofolio terdiversifikasi dan biaya pengelolaan yang rendah.Menurut dia, pilihan utama dalam program ini adalah State Street SPDR Portfolio S&P 500 ETF (SPYM) yang mengenakan biaya sebesar 0,02 persen, sedangkan empat ETF lainnya mengenakan biaya 0,03 persen.Balchunas mengatakan orang tua hanya perlu menentukan apakah akan memilih ETF berbasis S&P 500, yakni SPYM atau IVV, atau ETF pasar luas seperti ITOT, VTI, dan SPTM yang juga mencakup saham berkapitalisasi menengah dan kecil.Ia menjelaskan ETF S&P 500 saat ini lebih diminati investor dengan arus dana sekitar lima kali lebih besar dibanding ETF pasar luas. Namun, menurutnya, hasil investasi dalam jangka panjang diperkirakan tidak akan berbeda jauh. Dengan asumsi imbal hasil tahunan 7 persen dan kontribusi maksimal setiap tahun, nilai investasi diperkirakan bisa mencapai sekitar USD 200.000 saat anak berusia 18 tahun.Ilustrasi bayi baru lahir di rumah sakit. Foto: TheVisualsYouNeed/ShutterstockBalchunas menyebut SPYM menjadi pihak yang paling diuntungkan dari peluncuran Trump Accounts. Dana awal sebesar USD 1.000 dari pemerintah akan otomatis ditempatkan di SPYM ketika bayi lahir. Dana tambahan juga akan masuk ke SPYM, kecuali orang tua memilih memindahkannya ke ETF lain.Bloomberg Intelligence memperkirakan SPYM akan menerima arus dana sekitar USD 12 miliar atau setara Rp 215 triliun setiap tahun. Nilai tersebut berpotensi meningkat bergantung pada jumlah orang tua yang ikut menyetor dana dan tingkat partisipasi dalam program tersebut.Menurut Balchunas, posisi SPYM juga semakin kuat setelah aset kelolaannya meningkat dua kali lipat menjadi sekitar USD 160 miliar setara Rp 2.867 triliun dalam 12 bulan terakhir.Meski memberi keuntungan besar bagi SPYM, Balchunas menilai program ini menjadi tantangan bagi ETF S&P 500 lain seperti IVV, VOO, dan SPY. Namun, ketiganya masih menjadi ETF terbesar di dunia dengan menguasai sekitar 17 persen dari total aset ETF global.Balchunas menambahkan SPYM dikenal sebagai ETF yang menawarkan eksposur investasi sama dengan SPY, tetapi dengan biaya yang lebih rendah. Ia menilai semakin banyak ETF serupa bermunculan dan kondisi tersebut menguntungkan investor karena membuat biaya investasi semakin murah.Di sisi lain, ia mengatakan sebagian besar penasihat keuangan menilai Trump Accounts sebagai program yang menarik karena memberikan dana awal gratis bagi bayi yang baru lahir.Meski begitu, masih ada pertanyaan apakah orang tua sebaiknya menambah dana ke Trump Accounts atau lebih memprioritaskan program tabungan lain yang telah dimiliki, seperti 529 Plan untuk pendidikan.Selain itu, dana dalam Trump Accounts baru dapat diakses saat anak berusia 18 tahun. Pilihan investasinya juga hanya terbatas pada ETF pasif yang berinvestasi di saham Amerika Serikat.Balchunas mengatakan secara historis kecil kemungkinan pilihan investasi internasional atau yang dikelola secara aktif mampu memberikan hasil lebih tinggi dibanding ETF saham AS dalam periode investasi selama 18 tahun.Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO di sela-sela KTT NATO di Ankara, pada 8 Juli 2026. Foto: Filip Singer / POOL / AFPIa juga menilai kehadiran Trump Accounts berpotensi meningkatkan kepemilikan saham di Amerika Serikat. Saat ini sekitar 58 persen warga AS memiliki saham, dan angka tersebut diperkirakan bisa naik menjadi sekitar 70-80 persen.Menurutnya, peningkatan jumlah investor dapat membantu mempersempit kesenjangan kekayaan. Namun, kondisi itu juga membuat pasar saham AS semakin penting sebagai sumber dana pensiun masyarakat, sehingga tekanan politik agar pemerintah menopang pasar saham berpotensi semakin besar ketika terjadi pelemahan pasar.