Headline E-Paper BorneoFlash.com Edisi Senin 27 Juli 2026: Bupati Fahmi Fadli Turun Bertanding di PITTC 2026, Paser Tegaskan Diri sebagai Tuan Rumah Event Internasional

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, TANA PASER – Ada pemandangan berbeda di arena Paser International Table Tennis Championship (PITTC) 2026. Di tengah persaingan atlet nasional dan mancanegara, Bupati Paser dr. Fahmi Fadli memilih melepas atribut jabatannya dan turun langsung ke meja pertandingan sebagai peserta.Langkah tersebut menjadi simbol dukungan nyata terhadap pembinaan olahraga di Kabupaten Paser sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah menjadikan olahraga sebagai penggerak pariwisata dan ekonomi masyarakat.Kejuaraan yang berlangsung di GOR Sadurengas, Tanah Grogot, pada 20–26 Juli 2026 itu diikuti 161 atlet dari berbagai daerah di Indonesia serta enam negara, yakni Jepang, Korea Selatan, India, Malaysia, Filipina, dan Kamboja.Fahmi tampil pada nomor tunggal putra kategori umum Pool 9 menghadapi Muhammad Kahfi dari Klub Arwana dan Fikrik dari PTM Akhyar. Meski belum berhasil melaju ke babak berikutnya, semangatnya tak surut. Ia kembali berlaga di nomor ganda putra berpasangan dengan Ismu Harianto, peraih medali emas ITTF World Masters Championships 2026.Bagi Fahmi, kemenangan bukanlah tujuan utama. Kehadirannya di arena pertandingan merupakan bentuk motivasi bagi atlet-atlet muda Paser agar berani bermimpi tampil di level nasional maupun internasional."Kami mengusung agenda yang jauh lebih besar. Turnamen ini menjadi etalase untuk memperkenalkan Kabupaten Paser sebagai destinasi sport tourism sekaligus membangun mental atlet-atlet daerah menghadapi berbagai kejuaraan," kata Fahmi.Gladi Bersih Menuju Porprov KaltimMenurut Fahmi, PITTC 2026 juga menjadi ajang uji kesiapan Kabupaten Paser menjelang menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur pada November 2026.Selain menguji kesiapan sarana dan penyelenggaraan, kejuaraan internasional ini menjadi kesempatan atlet lokal mengukur kemampuan dengan pemain-pemain berkualitas dari luar negeri.Ia berharap PITTC tidak berhenti sebagai agenda sesaat, melainkan menjadi kalender tahunan yang mampu menghadirkan lebih banyak atlet dunia ke Kabupaten Paser."Kami ingin kejuaraan ini terus berkembang sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan atlet, tetapi juga masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi," ujarnya.Juara Dunia Berbagi PengalamanKehadiran Ismu Harianto, juara dunia ganda campuran kategori 50+ pada ITTF World Masters Championships 2026 di Korea Selatan, menjadi daya tarik tersendiri.Ismu menilai Paser memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet tenis meja berprestasi apabila pembinaan dilakukan secara berkelanjutan."Kabupaten Paser memiliki potensi yang sangat besar. Dengan fasilitas dan dukungan pemerintah daerah, saya yakin akan lahir atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," katanya.Sport Tourism Dongkrak EkonomiTak hanya menghadirkan persaingan olahraga berkualitas, PITTC 2026 juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat.Ratusan atlet, pelatih, ofisial, dan keluarga yang datang dari berbagai daerah hingga luar negeri turut meningkatkan tingkat hunian hotel, kunjungan ke rumah makan, transportasi lokal, hingga penjualan produk UMKM.Pemerintah Kabupaten Paser menjadikan olahraga sebagai salah satu strategi memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat nasional maupun internasional.Melalui PITTC 2026, Kabupaten Paser tidak hanya menunjukkan kemampuannya sebagai penyelenggara kejuaraan bertaraf internasional, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai salah satu destinasi sport tourism baru di Kalimantan Timur yang siap menyambut event-event berskala lebih besar di masa mendatang. (*)