Asosiasi Harap Motor Listrik Nasional Libatkan Produsen Lokal

Wait 5 sec.

Motor listrik Polytron 350 digunakan sebagai armada operasional PLN UID Jawa Timur. Foto: PolytronSetelah mobil nasional, Presiden Prabowo kembali mengutarakan keinginan untuk memulai rencana program serupa khusus untuk roda dua. Bahkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyebut modelnya akan segera diluncurkan dalam waktu dekat."Kalau berkenaan dengan motor listrik nasional, nanti pada waktunya akan kami sampaikan. Dalam waktu dekat mungkin akan ada semacam launching motor listrik nasional hasil karya anak bangsa," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan awal pekan lalu.Menanggapi itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setiyadi menyambut baik rencana tersebut. Namun ia belum mau berkomentar lebih jauh dan memilih menunggu informasi yang lebih jelas."Kami menyambut baik, ya. Cuma apapun yang dimaksud pak Presiden dengan motor listrik nasional. Sebetulnya menurut saya ada beberapa yang mungkin saya masih belum tahu ya," kata Budi dihubungi kumparan, Jumat (24/7/2026).Suasana test drive motor listrik di PEVS 2025. Foto: Fitra Andrianto/kumparanBudi menambahkan, rencana motor listrik nasional baiknya melibatkan dengan pemain lokal. Sebab, industri roda dua elektrik saat ini dinilainya sudah mulai berkembang dengan kapasitas produksi mumpuni."Nah nanti kita lihat pak presiden arahanya mau ke mana. Soalnya kan sudah ada merek Gesits yang punya BUMN, mereknya juga nasional. Mungkin barangkali itu yang dikuatkan. Ada juga merek lokal lain seperti Polytron, Selis, dan sebagainya," jelasnya.Selain produsen pembuat, motor listrik nasional juga diharapkan dapat menjadi wadah industri pendukungnya. Utamanya soal nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN yang selalu ditekankan pemerintah di industri manufaktur."Ya tentunya kalau motor listrik nasional itu pasti kandungan komponen lokalnya harusnya bisa tinggi. Mungkin saat ini kalau seperti inti baterai itu ada yang masih impor, tetapi beberapa packing sudah di Indonesia," kata Budi.Proses produksi dan perakitan motor listrik merek ALVA di pabrik berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Foto: ALVA IndonesiaBila terwujud, Budi bilang efek berganda untuk industri otomotif roda dua, terutama elektrik bisa terus bertahan dan tumbuh. Sebab, sejak satu tahun terakhir, diakuinya penjualan di segmen ini tengah melambat imbas belum ada program insentif lagi."Kalau penjualan sebenarnya, hingar bingar menyangkut masalah subsidi itu pasti ada pengaruh dan itu bukan pengaruh yang baik untuk penjualan karena banyak masyarakat jadi menunggu. Kemudian secara kuantitas pabrik juga sudah cukup banyak," paparnya.Asosiasi ingin agar pemerintah segera menetapkan kebijakan program pembelian motor listrik yang jelas untuk tahun dan beberapa periode mendatang. Sebab, produsen perlu menyesuaikan kapasitas produksi pabrik dengan jumlah permintaan yang ada."Ya kalau memang ada Alhamdulillah, kalau tidak ada pun kita akan siap fight karena ini terus berjalan. Kami berharap pemerintah jangan gantung, sehingga tidak berpengaruh besar pada penjualan," tandas Budi.