Polisi: Mobil Alphard yang Digunakan saat Cekcok dengan Sekuriti Milik Pribadi

Wait 5 sec.

Insiden pengendara Alphard terobos lampu penyeberangan di Bundaran HI. Foto: Dok. IstimewaPolisi mengungkap status kepemilikan mobil Alphard yang ditumpangi tiga anggota Polda Jabar yang terlibat cekcok dengan sekuriti proyek stasiun MRT Bundaran HI, Fiktor Harefa. Mobil Alphard itu dipastikan bukan mobil dinas, melainkan milik pribadi."Ya itu mobil pribadi," kata Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, kepada wartawan, Jumat (24/7).Meski begitu, Braiel belum merinci lebih jauh siapa pemilik mobil tersebut. Menurutnya, hal ini akan menjadi bagian dari pendalaman yang dilakukan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya."Detailnya nanti silakan konfirmasi ke bagian lalu lintas," ujar dia.Momen salam dan pelukan damai antara Satpam dan Supir Alphard bersama Kapolsek Menteng, Braiel Arnold Rondonuwu dan Kuasa Hukum, Wira Herefa di Polsek Menteng, Jumat (24/7). Foto: Wira HarefaAdapun cekcok antara sekuriti dengan pengemudi Alphard itu bermula ketika mobil menerobos lampu merah di pelican crossing Halte Transjakarta Bundaran HI. Pengemudi Alphard tak terima ditegur oleh sekuriti tersebut.Selain menerobos lampu merah, mobil tersebut diduga menggunakan pelat nomor palsu. Alphard hitam itu memakai pelat nopol D 1828 XHQ.Kini, polisi masih mendalami pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengemudi mobil itu. Terkait cekcok yang terjadi, permasalahannya sudah diselesaikan secara damai.Karena berlatar belakang sebagai anggota Polri, Paminal Polda Jabar juga turun tangan melakukan pemeriksaan dugaan pelanggaran etik terhadap 3 orang yang naik di mobil Alphard tersebut.