Peringati Hari Anak Nasional, Pemkot Balikpapan Perkuat Perlindungan Anak Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menjadikan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, sebagai momentum memperkuat perlindungan anak melalui kolaborasi lintas sektor. Tak hanya mengejar predikat Kota Layak Anak (KLA), Pemkot menekankan pentingnya langkah nyata menghadapi berbagai ancaman yang kini dihadapi anak-anak dan remaja.Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, saat membuka Rapat Gugus Tugas Kota Layak Anak yang dirangkai dengan kegiatan advokasi perlindungan anak melalui pemerhati anak, pada Kamis (23/7/2026).“Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan, saya mengucapkan selamat memperingati Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026. Saya juga mengapresiasi seluruh anggota Gugus Tugas Kota Layak Anak serta seluruh pihak yang terus bersinergi mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang ramah dan aman bagi anak,” ujar Bagus.Menurutnya, anak merupakan investasi terbesar bangsa sehingga perlindungan terhadap anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga keluarga, sekolah, dunia usaha, media, hingga masyarakat.Bagus mengungkapkan sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian di Balikpapan, mulai dari kekerasan terhadap anak, perkawinan usia dini, eksploitasi dan perdagangan anak, perundungan (bullying), penyalahgunaan teknologi digital, persoalan kesehatan reproduksi remaja, hingga ancaman penyalahgunaan narkotika. lihat foto Rapat Gugus Tugas Kota Layak Anak yang dirangkai dengan kegiatan advokasi perlindungan anak melalui pemerhati anak, pada Kamis (23/7/2026). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri“Diperlukan kebijakan yang lebih kuat melalui edukasi, pendampingan, dan penguatan ketahanan keluarga agar anak-anak terlindungi dari berbagai ancaman tersebut,” katanya.Untuk mewujudkan Kota Layak Anak, Pemkot Balikpapan telah melakukan sejumlah langkah strategis, diantaranya memperkuat regulasi melalui Peraturan Daerah dan Peraturan Wali Kota, memperbanyak Ruang Bermain Ramah Anak yang tersertifikasi, memenuhi lima klaster hak anak, serta memperkuat sinergi Gugus Tugas Kota Layak Anak bersama berbagai pemangku kepentingan.Bagus menilai pemerhati anak memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus menjadi penggerak perlindungan anak di lingkungan masing-masing.Melalui forum tersebut, ia berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Anak, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat dapat menyusun langkah konkret untuk memenuhi indikator Kota Layak Anak."Pemerintah Kota berkomitmen memenuhi hak anak, menciptakan lingkungan yang sehat, aman, inklusif dan ramah anak. Kami juga mengajak seluruh masyarakat menjadi pelopor sekaligus pelapor apabila menemukan kasus kekerasan terhadap anak," tegasnya.Bagus berharap upaya tersebut mampu mengantarkan Balikpapan mempertahankan penghargaan Kota Layak Anak, bahkan meningkat menjadi kategori Paripurna pada tahun mendatang.Dalam kegiatan itu juga digelar advokasi perlindungan anak dengan menghadirkan dua narasumber, yakni dokter spesialis obstetri dan ginekologi dr. Triseno Adi serta Psikolog HIMPSI Patria Rahmawaty.Bagus mengatakan materi yang disampaikan menyoroti tingginya kerentanan remaja usia 11 hingga 18 tahun terhadap berbagai persoalan sosial, seperti kekerasan, perundungan, pergaulan bebas, hingga pengaruh negatif di era digital.Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam membangun karakter anak melalui pendidikan agama, komunikasi yang terbuka, dan pendampingan yang berkelanjutan. lihat foto Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, saat membuka Rapat Gugus Tugas Kota Layak Anak yang dirangkai dengan kegiatan advokasi perlindungan anak melalui pemerhati anak, pada Kamis (23/7/2026). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri"Hampir 10 hingga 12 jam anak-anak berada di luar pengawasan orang tua. Karena itu dibutuhkan sinergi antara keluarga dan guru agar anak-anak mendapat pendampingan yang baik serta terhindar dari kekerasan maupun perundungan," ujarnya.Pada momentum Hari Anak Nasional, Bagus juga mengajak seluruh anak di Balikpapan untuk menjadi generasi yang berakhlak baik, rajin belajar, serta tidak ragu menyampaikan setiap persoalan kepada orang tua maupun guru."Komunikasi yang terbuka antara anak, orang tua, dan guru adalah kunci agar setiap persoalan dapat diketahui lebih dini dan diselesaikan bersama," pungkasnya. (*)