Bangkitkan Bank Sampah Pascapandemi, PHM Perkuat 42 Unit di Balikpapan Lewat Bantuan CSR

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Upaya menghidupkan kembali bank sampah yang sempat meredup pascapandemi COVID-19 terus dilakukan di Kota Balikpapan. PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) memperkuat 42 bank sampah unit melalui penyaluran bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) atau Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) sebagai langkah memperkuat pengelolaan sampah dari tingkat masyarakat.Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Ruang Rapat Jahe, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, pada Rabu (22/7/2026). Fasilitas yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bank sampah, mulai dari 40 unit timbangan duduk digital, gerobak sampah, mesin pencacah plastik, pembangunan shelter, rehabilitasi atap, gerobak sorong, timbangan gantung digital, tempat sampah terpilah, kipas angin, terpal hingga buku tabungan bagi pengelola.Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan bantuan tersebut menjadi dorongan penting untuk membangkitkan kembali gerakan bank sampah yang sempat mengalami penurunan setelah pandemi.Menurutnya, sebelum pandemi terdapat sekitar 130 bank sampah di Balikpapan, namun kini yang masih aktif hanya sekitar 70 unit."Melalui dukungan PHM, kami berharap bank sampah kembali tumbuh dan semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan sampah dari lingkungan masing-masing," ujarnya.Sudirman menegaskan perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah. Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga harus mulai memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.Sampah organik, lanjutnya, dapat dimanfaatkan menjadi kompos maupun pakan ternak yang mendukung ketahanan pangan keluarga. Sementara sampah anorganik memiliki nilai ekonomi apabila disalurkan melalui bank sampah sehingga dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).Ia juga mengapresiasi konsistensi PHM dalam mendukung pengelolaan sampah di Balikpapan. Sebelumnya, perusahaan tersebut telah berkontribusi melalui program pemanfaatan gas metana di TPA Manggar yang kini dimanfaatkan sekitar 380 sambungan rumah untuk kebutuhan memasak warga."PHM sebelumnya membantu pengelolaan sampah di hilir melalui pemanfaatan gas metana. Kini dukungannya diperluas ke hulu dengan memperkuat bank sampah di tengah masyarakat," katanya.Sementara itu, Senior Manager Projects PHM, Faisal Akbar, menegaskan pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.Menurutnya, perubahan harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya."Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah dan menumbuhkan budaya pengelolaan sampah sejak dari rumah," ujarnya.PHM juga menyampaikan apresiasi kepada DLH Kota Balikpapan atas kolaborasi yang telah terjalin selama ini dalam berbagai program pelestarian lingkungan. Ke depan, sinergi tersebut diharapkan terus berlanjut untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat, sekaligus mengurangi timbulan sampah dan menjaga kualitas lingkungan Kota Balikpapan secara berkelanjutan. (*)