Korban Penipuan Segitiga Terus Bertambah, Polres Paser Buka Ruang Mediasi

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, PASER – Media sosial kini menjelma menjadi ladang ranjau bagi warga kelas menengah ke bawah di Kabupaten Paser. Alih-alih mendapatkan barang kebutuhan dengan harga terjangkau, sejumlah warga justru terjebak dalam perangkap penipuan digital terstruktur yang dikenal sebagai modus segitiga (triangle fraud).Gelombang aduan dari para korban penipuan ini terus membanjiri Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan Regu Pamapta Polres Paser. Dampak finansialnya pun tidak main-main, karena para korban rata-rata harus kehilangan uang mulai dari Rp5 juta hingga lebih dari Rp10 juta.Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus berupaya melacak keberadaan para pelaku yang bersembunyi di balik layar kaca. Kapolres Paser AKBP Sofyan menyatakan bahwa sebagian besar dalang di balik aksi kriminal siber ini masih dalam proses pengejaran intensif oleh tim penyidik.“Taktik yang diterapkan oleh komplotan ini tergolong rapi karena memanfaatkan kelengahan dua pihak sekaligus dalam satu waktu. Penipu biasanya bekerja secara tim untuk menduplikasi unggahan jualan milik orang lain, kemudian merekayasa nomor rekening tujuan transfer agar uang pembeli masuk ke kantong mereka,” jelasnya, pada Senin (20/7/2026).Dalam skema licik ini, penjual asli pun kerap tidak menyadari bahwa foto produk mereka telah dicuri dan disalahgunakan sebagai umpan. Kendaraan bermotor dan barang-barang elektronik menjadi jenis komoditas yang paling sering dipalsukan oleh pelaku untuk menarik minat korban.Menyikapi fenomena yang meresahkan ini, Polres Paser kini mengoptimalkan langkah mediasi awal di ruang SPKT Pamapta saat menerima laporan terkait. Perwira Samapta Polres Paser, Ipda Indrawan Krisdianto, menegaskan bahwa edukasi mengenai pola kejahatan ini sangat penting agar masyarakat tidak mudah tertipu.“Kami meminta warga Paser untuk lebih jeli dan tidak langsung tergiur saat melihat barang berharga murah di media sosial. Memastikan keaslian identitas pemilik barang dan memeriksa kembali nomor rekening tujuan sebelum bertransaksi menjadi benteng utama agar terhindar dari modus penipuan ini,” imbuhnya. (*)