Antara Gol Ferran Torres di Piala Dunia dan Selat Torres di Papua

Wait 5 sec.

Ferran Torres dari Spanyol beraksi melawan Nathan Ngoy dari Belgia pada pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol vs Belgia di Stadion Los Angeles, Inglewood, California, AS, Sabtu (11/7/2026). Foto: GARY VASQUEZ/REUTERSPartai Puncak Perebutan gelar juara dunia antara Spanyol dan Argentina telah menyihir dunia. Jutaan orang berkumpul menyaksikan pertandingan terakhir piala dunia, di mana mempertemukan dua tim yang tak pernah kalah sejak babak group hingga semifinal.Argentina melaju ke Final setelah menang tipis 2:1 dari Inggris dan Spanyol melaju ke Final setelah membungkam Prancis 2:0.Final kedua tim penuh semangat diwarnai saling serang dan menyelamatkan gawang masing-masing. 90 menit waktu normal kedua tim membuktikan bahwa mereka adalah tim terbaik. Sejarah tercipta di menit ke 106 di mana Ferran Torres memanfaatkan sundulan Nico Wiliams dan mengubah kedudukan menjadi 1:0, rupanya itulah satu-satunya gol yang tercipta dan meneguhkan Spanyol sebagai juara dunia.Perjalanan Spanyol ke PapuaSelat Torres diantara Pulau Papua dan Australia. Dok: Screenshot Gmaps.Sejatinya pendukung Tim Spanyol tidaklah banyak di Tanah Papua, namun sejarah mencatat ada jejak kaki Spanyol yang tiada lekang oleh zaman di Tanah Papua.Sejarah kedatangan bangsa Spanyol di Papua tidak terlepas dari era penjelajahan samudra pada abad ke-16, di mana Bangsa Eropa berlomba mencari koloni baru dan jalur perdagangan rempah-rempah (The Discoveries of the World/Antonio Galvano 1563). Selain Kepulauan Maluku, para pelaut Eropa juga ke Tanah Papua karena mendapatkan informasi bahwa dilepas samudera Kepulauan Maluku ada Pulau yang juga memiliki rempah rempah yakni Tanah Papua dan berada di Jazirah Onim (kini disebut Fakfak).Pelaut dari Spanyol yang tercatat pertama kali melihat Pulau Papua, adalah Álvaro de Saavedra Cerón pada tahun 1527. Saat itu, dia sedang berlayar dari Meksiko menuju Maluku, Saavedra ditugaskan pimpinannya Hernàn Cortez untuk mencari jalur pelayaran terdekat dari Meksiko ke Maluku. Saavedra menyusuri wilayah Utara Papua hingga ke Selatan/Jazirah Onim (Fakfak). Karena badai maka Saavedra melepaskan sauh dan mengisi air serta berjumpa dengan masyarakat, yang saat ditanya mereka darimana, dijawab dengan kata mPapuak (dalam bahasa Fakfak: Dari Hutan/Dusun). Kata mPapuak selanjutnya menjadi cikal bakal nama Papua. Saavedra menamai Papua dengan nama Papua Isla de Oro (Papua Pulau Emas).Pada Mei 1545 pelaut Spanyol bernama Yñigo Ortiz de Retez berlayar menggunakan kapal San Juan dari Tidore menuju Meksiko. Di tengah jalan, pada Juni 1545 kapalnya berlabuh di Muara Sungai Mamberamo. Ortiz de Retez turun ke daratan Papua dan melakukan upacara resmi serta kemudian mengeklaim Papua sebagai wilayah Kerajaan Spanyol dan menamai Papua dengan Nueva Guinea (Conquista de las Islas Malucas/Grandeza de la Isla de Los Papuas 1609).Selanjutnya Luis Vaéz de Torres (1606) melakukan pelayaran dari Pasifik ke Filipina dengan menyusuri perairan selatan Papua hingga barat Papua (Merauke, Fakfak hingga Misool) dan selanjutnya menuju ke Maluku dan akhirnya tiba di Manila Filipina pada Mei 1607. Torres bahkan berhasil melewati selat di bagian selatan Papua dan menamainya Selat Torres. Torres mementahkan klaim para pelaut sebelumnya bahwa Pulau Papua sedaratan dengan Australia.Spanyol ada di Papua sejak 1527 hingga 1663, Spanyol kemudian meninggalkan Papua seiring perluasan kekuasaan Belanda.Meskipun Ortiz de Retez sempat melakukan klaim wilayah di Papua, namun Spanyol tidak pernah mendirikan koloni tetap atau kekuasaan politik yang kuat di Papua. Hal ini dikarenakan adanya Perjanjian Zaragoza (1529) yang membatasi wilayah operasi Spanyol dan Portugis. Sehingga selama 136 tahun di Papua, Spanyol hanya melakukan pelayaran ekspedisi penjelajahan dengan semangat Gold, Gospel, and Glory.Dua Torres, Dua SejarahSaat final piala dunia, pemain Timnas Spanyol, Ferran Torres, membukukan sejarah lewat sebuah gol pada menit ke 106 dan memastikan kemenangan Spanyol. Demikian juga pada Oktober 1606, sekitar 4 abad yang lalu, Luiz Torres juga membukukan sejarah dengan menemukan selat antara Papua dan Australia dan dinamai Selat Torres. Ditemukannya selat yang memisahkan Papua dan Australia tentunya menjadi langkah maju dalam dunia pelayaran saat itu. Selat Torres mengubah peta pelayaran dunia dan menempatkan Australia dan Papua sebagai pulau tersendiri.Piala Dunia adalah HiburanSejatinya harus disadari, manusia hidup memerlukan hiburan dan piala dunia adalah hiburan yang tanpa sekat apa pun. Pilihan politik, agama, suku, ras, perbedaan pandangan; semuanya larut dalam euforia dukungan piala dunia. Tua-muda, kaya-miskin, pria-wanita semuanya menyatu dalam dukungannya masing-masing. Sebab, mereka yang kontra dengan sambutan hangat publik terhadap piala dunia dan atau menghubungkan piala dunia dengan politik atau gerakan sosial kemasyarakatan lainnya adalah mereka yang belum memahami esensi dasar bahwa manusia membutuhkan hiburan. Dan hiburan menonton piala dunia adalah hiburan yang termurah dan termudah.Memaknai Piala DuniaAkhirnya, terima kasih kepada semua pihak yang sudah berpartisipasi dalam Piala Dunia kali ini. Sukses untuk semuanya. Mari kita kembali beraktivitas dengan membawa semangat piala dunia yakni sportivitas, semangat pantang menyerah, taat pada aturan, bekerja dalam tim, dan bersama hidup dalam lingkungan yang majemuk tanpa sekat apa pun.Selamat untuk Spanyol, selamat juga untuk Argentina, juga Inggris dan Prancis serta tim lainnya yang berpartisipasi dalam Piala Dunia. Sampai jumpa di Piala Dunia 2030.