Usai Polemik Aset, SMA Negeri 10 Didorong Kembali Jadi Sekolah Andalan

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan aktivitas belajar mengajar di SMA Negeri 10 Samarinda kembali berjalan normal setelah persoalan penggunaan lahan yang sempat menjadi polemik berhasil diselesaikan. Kini, fokus pemerintah diarahkan pada percepatan pembenahan fasilitas sekolah dan asrama guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.Kepastian tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud saat melakukan peninjauan langsung ke SMA Negeri 10 Samarinda bersama Wakil Gubernur Seno Aji, Sekretaris Daerah Sri Wahyuni, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pada Selasa (21/7/2026).Rudy mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memastikan proses belajar mengajar yang telah dimulai sejak 13 Juli 2026 berlangsung tanpa hambatan, sekaligus memantau perkembangan pembenahan fasilitas yang sedang dilakukan.“Kami ingin memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan normal dan sekolah ini dapat kembali menjadi sekolah unggulan yang sedang dipersiapkan menuju program Sekolah Garuda,” ujar Rudy Mas’ud.Program Sekolah Garuda merupakan salah satu inisiatif pemerintah pusat yang diarahkan untuk meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat pembinaan karakter, serta mencetak generasi muda yang memiliki daya saing tinggi. lihat foto Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud saat meninjau fasilitas SMA Negeri 10 Samarinda, pada Selasa (21/7/2026). Foto: BorneoFlash.com/Nur AinunnisaSelain memantau ruang belajar, rombongan juga meninjau akses jalan menuju lingkungan sekolah. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ruas jalan yang sebelumnya rusak kini telah diaspal sehingga memudahkan mobilitas siswa, guru, maupun orang tua. Sejumlah pekerja juga terlihat masih melakukan penyelesaian di beberapa titik untuk persiapan pemasangan marka jalan.“Akses jalan sudah jauh lebih baik. Tinggal penyempurnaan marka agar lalu lintas di kawasan sekolah lebih tertib dan aman,” katanya.Tak hanya infrastruktur luar sekolah, perhatian juga tertuju pada kondisi asrama siswa. SMA Negeri 10 selama ini menjadi tujuan pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, termasuk wilayah perbatasan dan daerah terpencil seperti Mahakam Ulu.Data yang dihimpun di lokasi menunjukkan kapasitas asrama sekolah mencapai lebih dari 400 siswa. Karena itu, kondisi bangunan menjadi prioritas utama dalam pembenahan.Saat meninjau asrama, Rudy menemukan sejumlah instalasi listrik yang sudah tidak layak digunakan. Beberapa kabel diketahui mengalami kerusakan bahkan hilang, sehingga perlu dilakukan pemasangan ulang secara menyeluruh. Selain itu, perbaikan sanitasi juga masih berlangsung pada sejumlah blok asrama.“Kami melihat masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama sanitasi dan instalasi listrik. Sebagian fasilitas memang sudah rusak sehingga perlu dibangun kembali agar aman digunakan siswa,” jelasnya.Pemprov Kaltim melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta perusahaan daerah dalam percepatan pembenahan tersebut. Meski pekerjaan belum sepenuhnya rampung, sebagian fasilitas di lantai dasar asrama sudah mulai digunakan oleh para siswa.Berdasarkan pantauan reporter, aktivitas penghuni asrama sudah berjalan normal. Sejumlah siswa terlihat memanfaatkan ruang bersama dan area belajar, sementara pekerja masih melakukan penyelesaian pada beberapa bagian bangunan di lantai atas.“Lantai dua masih dalam proses pembenahan untuk asrama putra maupun putri. Namun fasilitas di lantai bawah sudah dapat dimanfaatkan sehingga tidak mengganggu kegiatan siswa,” tambah Rudy. lihat foto Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud didampingi Wakil Gubernur Seno Aji, Sekretaris Daerah Sri Wahyuni, dan jajaran perangkat daerah meninjau fasilitas SMA Negeri 10 Samarinda, pada Selasa (21/7/2026). Foto: BorneoFlash.com/Nur AinunnisaSMA Negeri 10 Samarinda memiliki kapasitas asrama lebih dari 400 pelajar dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi salah satu alasan sekolah ini dinilai strategis dalam mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi siswa dari wilayah terpencil.Dengan proses belajar yang kembali normal, perbaikan fasilitas yang terus berjalan, serta rencana transformasi menuju Sekolah Garuda, Pemprov Kaltim berharap SMA Negeri 10 dapat kembali menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan daerah.“Mohon dukungan seluruh masyarakat Kalimantan Timur agar sekolah ini benar-benar mampu melahirkan generasi emas yang akan menjadi masa depan daerah,” tegas Rudy Mas’ud. (*)