Kapal dan perahu di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, Senin (20/4/2026). Foto: REUTERSHarga minyak mentah ditutup melemah sekitar 4% pada Jumat (24/7), setelah sejumlah sumber menyebut ada upaya memulai lagi perundingan damai yang sempat terhenti antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Meski demikian, harga minyak masih berada di jalur kenaikan mingguan yang signifikan.Sepanjang pekan ini, harga minyak Brent maupun West Texas Intermediate (WTI) menguat setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan rudal, lalu lintas kapal di Selat Hormuz menurun drastis, serta kelompok Houthi di Yaman menyerang kapal-kapal yang melintas di Laut Merah.Mengutip Reuters, kontrak berjangka Brent ditutup di level USD 96,78 per barel, turun USD 3,91 atau 3,88%, setelah pada sesi sebelumnya ditutup di atas USD 100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei. Meski turun, Brent masih berada di jalur kenaikan hampir 10% sepanjang pekan ini.Ilustrasi Produksi Minyak Mentah Brent. Foto: Scott Heppel/AFPSementara itu, kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) ditutup pada USD 89,31 per barel, turun USD 2,88 atau 3,12%. Namun, WTI masih mencatat potensi kenaikan mingguan sebesar 8,27%.“Mereka tidak ingin terjebak. Jadi, setiap sinyal bahwa konflik ini mungkin dapat diselesaikan akan langsung disambut pasar,” ujar Mitra Again Capital, John Kilduff.“Pasar selalu suka harapan. Tidak ada yang ingin berpikir bahwa situasi ini hanya akan terus memburuk tanpa jalan keluar,” lanjut Kilduff.Sementara analis senior Price Futures Group, Phil Flynn, mengatakan pasar energi saat ini masih berada dalam kondisi yang rentan.“Secara keseluruhan, persediaan minyak masih cukup ketat. Situasi ini bisa berubah dengan sangat cepat, sehingga perlu terus dipantau seiring perkembangan yang terjadi,” ujar Flynn.Presiden AS Donald Trump berbicara di sebuah rapat umum Hari Kemerdekaan, menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, di National Mall di Washington, D.C., AS, Sabtu (4/7/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERSDi sisi lain, Presiden AS Donald Trump menjanjikan “hukuman militer besar” terhadap Iran dan sekutunya, kelompok Houthi, setelah serangan terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.Iran sebelumnya juga dilaporkan mendesak kelompok Houthi untuk menutup jalur pelayaran Bab el-Mandeb menuju Laut Merah apabila AS terus menyerang infrastruktur energi Iran. Jalur tersebut merupakan rute pengiriman energi terpenting kedua di dunia setelah Selat Hormuz di Teluk Persia.Selain itu, kelompok Houthi pada Senin (20/7) menyatakan memberlakukan blokade laut terhadap Arab Saudi, yang selama ini mengalihkan ekspor minyaknya melalui jaringan pipa untuk menghindari penutupan Selat Hormuz oleh Iran.Analis JPMorgan dalam sebuah catatan riset memperkirakan setiap tambahan satu bulan gangguan terhadap pasokan minyak global akan mendorong harga Brent naik sekitar USD 7 hingga USD 8 per barel. Jika gangguan berlangsung hingga tiga bulan, rata-rata harga bulanan Brent diperkirakan dapat mencapai sekitar USD 114 per barel.