Seorang agen Operasi Penegakan dan Pemindahan (ERO) menyemprotkan zat iritan kimia di luar Delaney Hall di Newark, New Jersey, AS, 28 Mei 2026. Foto: REUTERS/Ryan MurphySeorang veteran Angkatan Darat AS ditangkap pada Senin, (20/7) waktu setempat, karena menyebabkan kebakaran di luar gedung Federal di New York, AS. Tindakan itu dilakukan sebagai bentuk protes terkait kebijakan Imigrasi Presiden Donald Trump.Dikutip dari AFP, pelaku ialah Andrew Arrabaca (43). Ia menuangkan bensin di luar blok perkantoran Manhattan lalu membakarnya menggunakan korek api dan kembang api. Arrabaca juga menembakkan pelet dari airsoft gun.Para pejabat mengatakan dua pegawai pemerintah dan satu warga sipil menderita luka ringan dalam insiden di tempat pengadilan imigrasi serta kantor Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) tersebut.Komisaris Departemen Kepolisian Kota New York Jessica Trisch mengatakan sebuah tanda bertuliskan "ICE off our street" ditemukan di gerobak yang diangkut Arrabaca di dekat gedung tersebut. Dalam aksinya ia mengenakan helm bergaya militer.ICE telah menuai kritik karena taktik keras mereka, termasuk penembakan fatal terhadap dua imigran bulan ini dan dua warga negara AS awal tahun ini.“Tuan Arrabaca datang dengan niat buruk,” kata James Barnacle dari kantor FBI di New York, dikutip dari AFP, Selasa (21/7).Ia mengatakan Arrabaca datang membawa dua kapak, sebuah palu, dan tiga pisau."Ketika dia ditangkap, dia meneriakkan istilah-istilah yang menghina ICE. Menggunakan kata-kata yang buruk. Dia adalah seorang ekstremis anti-Amerika, anti-pemerintah," kata Barnacle.“Dia mengatakan dia menargetkan gedung itu, dan dia baik-baik saja jika dia melukai atau membunuh orang yang masuk dan keluar gedung, apakah mereka pegawai federal atau warga sipil,” tambahnya.Dia mengatakan bahwa Arrabaca bertugas di Angkatan Darat AS dari tahun 2001 hingga 2005 sebagai mekanik sistem rudal Patriot.Rekaman yang dibagikan secara online menunjukkan seorang pria berpakaian hitam mengosongkan ember di atas tangga sebelum api besar meletus. Dia kemudian berlari dari area tersebut sebelum seorang petugas menjatuhkannya ke tanah.Walikota New York Zohran Mamdani mengatakan kejadian tersebut sangat meresahkan. Ia lega tidak ada korban luka parah dalam peristiwa tersebut.“Pemerintahan kami akan terus memastikan bahwa setiap warga New York aman di kota mereka. Dan meminta pertanggungjawaban siapa pun yang mengancam hal tersebut,” ucapnya.Pemimpin Minoritas Demokrat di DPR Hakeem Jeffries juga mengutuk serangan itu.“Tindakan teror dan kekerasan tidak mempunyai tempat di kota kami dan tidak akan pernah ditoleransi,” kata anggota parlemen dari New York itu dalam sebuah pernyataan.