Harga Komoditas: Minyak Dunia Melesat 1 Persen, Nikel dan Timah Melemah

Wait 5 sec.

Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai (offshore). Foto: ShutterstockHarga minyak ditutup menguat lebih dari 1 persen pada Senin (20/7). Saat ini pasar sedang mengharapkan dimulainya kembali perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di tengah keputusan kelompok Houthi di Yaman untuk memberlakukan blokade laut terhadap Arab Saudi.Dikutip dari Reuters pada Selasa (21/7), kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup naik USD 1,12 atau sekitar 1,3 persen menjadi USD 89,22 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup naik 74 sen atau 0,9 persen menjadi USD 83,23 per barel."Meskipun konflik masih jauh dari selesai, prospek dimulainya kembali perundingan telah mengurangi kekhawatiran jangka pendek mengenai gangguan lebih lanjut terhadap pasokan minyak dan pelayaran melalui Selat Hormuz," kata Analis Pasar Senior Capital.com, Daniela Hathorn.Adapun konflik di Timur Tengah memang kembali meningkat pada akhir pekan lalu. AS melancarkan serangan ke Iran sembilan malam berturut-turut, sementara sekutu AS yakni Kuwait dan Bahrain juga sudah melaporkan soal adanya serangan baru dari Iran.CPODikutip dari laman resmi Barchart, harga CPO untuk kontrak Agustus mengalami penurunan 0,35 persen. Dengan begitu, harga CPO berada di level MYR 4.552 per ton.Batu BaraSementara itu harga batu bara berjangka Newcastle mengalami kenaikan. Berdasarkan data dari Barchart, harga batu bara untuk kontrak Agustus menguat 0,30 persen ke level USD 133,75 per ton.NikelHarga nikel justru mengalami penurunan. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, harga nikel turun 0,19 persen ke level USD 16.929 per ton.TimahSementara itu, harga timah juga melemah 0,66 persen. Berdasarkan data dari London Metal Exchange harga timah ada pada level USD 52.878 per ton.