BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendorong generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan kesehatan global. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Gravity 2026 yang digelar Indonesian Youth Diplomacy (IYD) Local Chapter Kalimantan Timur bersama komunitas Youth Kalimantan, di Aula Kelurahan Sepinggan Raya, pada Sabtu (25/7/2026).Dalam kegiatan tersebut, Bagus mengapresiasi inisiatif anak-anak muda yang secara mandiri menghadirkan ruang diskusi mengenai isu-isu strategis yang kini menjadi perhatian nasional maupun dunia."Ini merupakan inisiatif yang sangat baik dari anak-anak muda yang peduli terhadap persoalan daerah dan nasional. Tema ketahanan pangan sejalan dengan program Asta Cita Presiden, sehingga tentu menjadi perhatian bersama," ujarnya. lihat foto FGD bertajuk Gravity 2026 yang digelar Indonesian Youth Diplomacy Local Chapter Kalimantan Timur bersama komunitas Youth Kalimantan, di Aula Kelurahan Sepinggan Raya, pada Sabtu (25/7/2026). Foto: BorneoFlash.com/Niken SulastriMenurut Bagus, Pemkot Balikpapan terus mendukung upaya penguatan ketahanan pangan, salah satunya melalui revitalisasi program cetak sawah di Balikpapan Timur. Ia berharap generasi muda tidak hanya memahami isu tersebut, tetapi juga mampu berkontribusi melalui inovasi dan gagasan.Selain membahas ketahanan pangan, Bagus juga mengingatkan pentingnya membangun karakter generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial. Ia mengajak peserta menjauhi penyalahgunaan narkotika serta berbagai pengaruh negatif yang dapat menghambat masa depan mereka.Tak kalah penting, Bagus menyoroti masih rendahnya budaya literasi di kalangan anak muda. Menurutnya, kebiasaan membaca menjadi modal utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka peluang menempuh pendidikan hingga tingkat internasional."Literasi adalah bekal masa depan. Sekarang peluang pendidikan semakin terbuka, mulai dari pendidikan gratis hingga beasiswa S2 dan S3 melalui LPDP. Anak-anak Balikpapan harus berani bermimpi belajar di tingkat global, menguasai bahasa asing, kemudian kembali membangun daerah dan bangsa," katanya.Sementara itu, Chair Indonesian Youth Diplomacy (IYD) Local Chapter Kalimantan Timur, Farah, mengatakan Graffiti 2026 dirancang sebagai forum diskusi yang lebih intensif agar peserta dapat berdialog langsung dengan para narasumber.Awalnya kegiatan tersebut dirancang untuk 100 peserta, namun jumlahnya dibatasi menjadi 50 orang agar interaksi berlangsung lebih efektif."Kami ingin peserta mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai ketahanan pangan dan kesehatan global. Karena itu kami menghadirkan salah satu delegasi Y20 Indonesia, Jessy, yang akan berbagi pengalaman dan perspektif internasional," ujar Farah. lihat foto Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo saat menghadiri FGD bertajuk Gravity 2026 yang digelar Indonesian Youth Diplomacy Local Chapter Kalimantan Timur bersama komunitas Youth Kalimantan, di Aula Kelurahan Sepinggan Raya, pada Sabtu (25/7/2026). Foto: BorneoFlash.com/Niken SulastriIa berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi, bertanya, dan memperluas wawasan mengenai isu-isu global yang akan berdampak pada masa depan Indonesia.Melalui forum ini, IYD Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kota Balikpapan berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kepedulian terhadap persoalan daerah, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menjawab tantangan global melalui inovasi, literasi, dan kepemimpinan. (*)