Konsep mobil listrik Honda seri Ye khusus untuk pasar China. Foto: HondaHonda Motor Corporation mengumumkan langkah strategis mereka di pasar China, dengan melanjutkan kerja sama dengan Guangzhou Automobile Group Co., Ltd. alias GAC Group yang selama ini telah terjalin sangat lama.Dilansir dalam keterangan resminya, lewat anak perusahaannya Honda Motor (China) Investment Co., Ltd. (HMCI) sudah menjalin kemitraan dengan GAC Group dan membentuk perusahaan patungan GAC Honda Automobile atau GAC Honda sejak 1998.Jenama asal Jepang itu mantap memperpanjang kontrak dengan GAC Group hingga 2038 sebagai produsen dan pemasok resmi untuk model-model Honda di dataran China. Artinya, Honda berusaha mempertahankan eksistensinya di sana selama 40 tahun."GAC Honda (awalnya Guangzhou Honda Automobile Co., Ltd.) didirikan pada Juli 1998 sebagai usaha patungan produksi dan penjualan mobil Honda pertama di China dan memulai produksi mobil di Guangzhou, Guangdong pada Maret 1999," tulis Honda.Fasilitas di pabrik GAC Honda Automobile Co., Ltd (GAC Honda) di China. Foto: GAC HondaKilas balik hubungan Honda dengan GAC yang sudah berlangsung nyaris tiga dekade lalu, keduanya secara bersama-sama mampu melakukan penjualan kendaraan lebih dari 11 juta unit. Menjadi salah satu pemain penting di industri otomotif China.Honda pun mengamini bahwa China kini menjelma sebagai pasar otomotif terbesar secara volume, yang mana tingkat kompetisi begitu ketat dan cepat di tengah perkembangan kendaraan elektrifikasi begitu masif.Memanfaatkan sepenuhnya teknologi dan sumber daya masing-masing dari Honda dan GAC Group, serta terus menawarkan produk yang memenuhi beragam kebutuhan konsumen lokal, Honda optimisme memperkuat bisnis otomotifnya di China.Pabrik Honda di China pekerjakan robot dan gunakan teknologi AI untuk produksi mobil listrik. Foto: HondaPasalnya tren penjualan Honda di Negeri Tirai Bambu terus melandai. Pada 2020, pabrikan masih sanggup menyalurkan 1,62 juta unit kendaraan dari akumulasi mitranya GAC Honda dan DongFeng Honda.Kontras dengan laporan penjualan sepanjang 2025 yang hanya catatkan angka 640 ribu unit, di mana 340 ribu unit disumbang GAC Honda dan sisanya dari DongFeng Honda. Performa itu membuat Honda putar otak agar produknya tetap relevan.Misalnya dengan meluncurkan seri model terbaru yang dinamakan Ye, kemudian lahir Ye P7 hasil kolaborasi GAC Honda dan Ye S7 yang merupakan racikan DongFeng Honda. Tujuannya jelas, melawan gempuran mobil listrik merek lokal yang tumbuh pesat.Badai krisis terpa iklim bisnis HondaCEO Honda Toshihiro Mibe di Japan Mobility Show 2025. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanAktivitas bisnis otomotif Honda sedang diganjar rapor merah. Lewat rapat umum tahunan yang digelar beberapa waktu lalu, mereka menyampaikan tengah menghadapi salah satu periode tersulit dalam sejarah perusahaan.Untuk pertama kalinya sejak melantai di bursa saham pada 1957, pabrikan asal Jepang itu membukukan rugi bersih sepanjang satu tahun fiskal. Sang CEO, Toshihiro Mibe sampai menyatakan permintaan maaf terbuka di depan pemegang saham.Berdasarkan laporan keuangan tahun fiskal 2025 yang berakhir pada Maret lalu, Honda mencatat rugi bersih sebesar 423,94 miliar yen atau sekitar Rp 47 triliun. Kerugian tersebut terutama dipicu oleh biaya besar yang dikeluarkan perusahaan untuk merombak strategi bisnis kendaraan listrik (EV)."Saya bertanggung jawab untuk segera mengembalikan Honda ke jalur pertumbuhan, terus menghadirkan berbagai produk mobilitas khas Honda ke pasar global, serta menunjukkan hasil dalam waktu sesingkat mungkin," ujar Mibe mengutip laporan Japan Today, Minggu (28/6).