BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengajak seluruh orang tua memperkuat pengawasan dan komunikasi dengan anak sebagai langkah utama mencegah berbagai persoalan yang kini mengancam generasi muda. Ajakan tersebut disampaikan Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, saat memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026.Menurut Bagus, anak-anak usia 11 hingga 18 tahun merupakan kelompok yang paling rentan menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kekerasan terhadap anak, perundungan (bullying), pergaulan bebas, penyalahgunaan teknologi digital, hingga penyalahgunaan narkotika."Anak-anak usia remaja sangat rentan terhadap kekerasan, perundungan, pergaulan bebas, dan berbagai pengaruh negatif dari lingkungan. Karena itu, peran keluarga menjadi sangat penting melalui pendidikan keluarga, pendidikan agama, dan komunikasi yang baik dengan anak," ujarnya, pada Jumat (24/7/2026).Ia mengatakan orang tua tidak dapat mengawasi anak selama 24 jam. Sebagian besar waktu anak dihabiskan di luar rumah sehingga diperlukan kolaborasi dengan sekolah agar pengawasan terhadap anak berjalan optimal."Hampir 10 sampai 12 jam anak-anak berada di luar jangkauan orang tua. Karena itu kami berharap guru juga menjadi pendamping yang mampu mengawasi, membimbing, dan memotivasi anak agar terhindar dari kekerasan maupun perundungan di sekolah," katanya.Pada momentum Hari Anak Nasional, Bagus juga berpesan agar anak-anak terus membangun karakter yang baik, taat kepada orang tua, tekun belajar, serta tidak ragu menyampaikan setiap persoalan yang dihadapi."Kalau ada masalah, jangan dipendam. Sampaikan kepada orang tua maupun guru. Komunikasi yang terbuka akan memudahkan kita mencari solusi bersama," pesannya.Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak hanya memberikan perhatian terhadap kebutuhan fisik anak, tetapi juga meluangkan waktu untuk mendengarkan setiap keluh kesah mereka."Orang tua juga harus selalu mau mendengar dan berkomunikasi dengan anak-anaknya. Dengan komunikasi yang terbuka, setiap persoalan dapat diketahui lebih awal sehingga bisa segera dicarikan jalan keluarnya," ujar Bagus.Bagus menegaskan, anak merupakan investasi terbesar bangsa sehingga perlindungan terhadap mereka menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Upaya mewujudkan Kota Layak Anak, kata dia, bukan sekadar mengejar predikat, melainkan komitmen nyata untuk memenuhi hak-hak anak.Ia menyebut sejumlah isu yang masih menjadi perhatian di Balikpapan, di antaranya kekerasan terhadap anak, perkawinan usia dini, eksploitasi dan perdagangan anak, perundungan, penyalahgunaan teknologi digital, persoalan kesehatan reproduksi remaja, hingga bahaya penyalahgunaan narkotika.Karena itu, Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat berbagai langkah strategis melalui edukasi kepada masyarakat, pendampingan anak dan keluarga, serta penguatan ketahanan keluarga."Pemerintah Kota berkomitmen memenuhi hak-hak anak dengan memberikan perlindungan khusus, menciptakan lingkungan yang sehat, aman, inklusif, dan ramah anak. Kami juga mengajak seluruh masyarakat menjadi pelopor sekaligus pelapor apabila menemukan kasus kekerasan terhadap anak," tegasnya. (*)