KPU Balikpapan Siapkan Generasi Muda Jadi Penentu Demokrasi Berkualitas

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan  terus memperkuat pendidikan politik bagi generasi muda. Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 bertema "Menjadi Pemilih Cerdas, Menciptakan Demokrasi Berkualitas" yang digelar di Asta Coffee, pada Kamis (23/7/2026) sore.Kegiatan itu diikuti mahasiswa, akademisi Universitas Balikpapan (Uniba), serta sejumlah perwakilan organisasi kepemudaan. Melalui forum diskusi tersebut, KPU mendorong lahirnya pemilih muda yang kritis, rasional, dan bertanggung jawab dalam menentukan pemimpin pada pemilu maupun pemilihan kepala daerah.Ketua KPU Kota Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono, mengatakan pendidikan politik bagi kalangan muda menjadi salah satu fokus KPU karena jumlah pemilih dari generasi milenial dan Generasi Z terus meningkat."KPU Kota Balikpapan hari ini sengaja mengundang rekan-rekan pemuda sebagai perwakilan pemuda Kota Balikpapan untuk berdiskusi dalam rangka sosialisasi pendidikan pemilih," jelasnya. lihat foto KPU Balikpapan gelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026, di Asta Coffee, pada Kamis (23/7/2026) sore. Foto: BorneoFlash.com/IstDengan harapan, ketika tiba saat pemilu maupun pilkada, akan lahir pemilih-pemilih yang cerdas sehingga mampu memilih pemimpin yang berkualitas.Menurut Prakoso, kualitas demokrasi sangat ditentukan oleh kualitas pemilih. Semakin cerdas masyarakat menggunakan hak pilihnya, semakin besar peluang lahirnya pemimpin yang mampu membawa perubahan."Pemimpin yang berkualitas dihasilkan oleh demokrasi yang berkualitas, dan demokrasi yang berkualitas ditentukan oleh kecerdasan pemilihnya," tegasnya.Ia menegaskan, KPU tidak hanya bertugas menyelenggarakan pemilu, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki pemahaman politik yang baik. Karena itu, KPU mengajak generasi muda menjadi agen edukasi yang mampu menularkan pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.Untuk itu ia mengajak pemuda untuk menjadi agen yang mengedukasi masyarakat, agar menjadi pemilih cerdas pada pemilu dan pilkada yang akan datang.Prakoso menjelaskan, pendidikan pemilih menjadi bagian dari strategi meningkatkan partisipasi masyarakat. Apalagi, berdasarkan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, jumlah pemilih dari kalangan milenial dan Generasi Z diproyeksikan terus mendominasi pada pemilu mendatang."Fokus kami ke depan adalah memberikan pendidikan politik kepada generasi milenial dan Gen Z, agar menjadi pemilih yang cerdas, karena jumlah pemilih dari generasi milenial dan Gen Z akan semakin besarIa juga mengingatkan agar masyarakat tidak bersikap apatis terhadap dinamika politik. Menurutnya, berbagai persoalan yang terjadi justru harus menjadi bahan evaluasi untuk memilih pemimpin secara lebih bijak.Harus ada sikap yang dibangun dari hasil evaluasi, salah satunya menjadi pemilih yang cerdas, kalau hari ini ada kekecewaan terhadap kondisi masyarakat atau negara. Bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa," terangnya. lihat foto KPU Balikpapan gelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026, di Asta Coffee, pada Kamis (23/7/2026) sore. Foto: BorneoFlash.com/IstPrakoso menambahkan, pemilih cerdas tidak hanya datang ke tempat pemungutan suara, tetapi juga memahami rekam jejak, visi, misi, serta gagasan para calon pemimpin. Selain itu, masyarakat harus mampu menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun politik manipulatif."Harus benar-benar tahu siapa yang dipilih, memahami gagasan yang dibawa, mengerti visi dan misinya, tidak termakan hoaks, politik manipulatif, maupun informasi yang tidak benar. Pemilih harus tau itu," katanya. (*)