Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (16/10/2024). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTOKebijakan suku bunga Bank Indonesia menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Rabu (22/7). Selain itu, isu pemotongan pajak hadiah Piala Dunia Spanyol oleh AS. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75% pada Juli 2026Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 21-22 Juli 2026. Keputusan ini, seperti disampaikan Gubernur Perry Warjiyo, menunjukkan konsistensi kebijakan moneter BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah serta mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.Selain BI Rate, BI juga menahan suku bunga deposit facility sebesar 4,75 persen dan suku bunga lending facility sebesar 6,5 persen. Tidak adanya perubahan pada instrumen-instrumen suku bunga utama ini mengindikasikan bahwa bank sentral menilai tingkat suku bunga saat ini masih sejalan dengan target inflasi dan upaya untuk mendukung momentum pertumbuhan ekonomi domestik.Uang Hadiah Piala Dunia Spanyol Bakal Dipangkas Pajak 30% oleh ASPesepak bola Tim Nasional Spanyol Rodri (depan tengah) mengangkat trofi juara Piala Dunia 2026 bersama rekannya di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026) waktu setempat. Foto: ANTARA FOTO/Michael Teguh Adiputra SiahaanTimnas Spanyol berhasil menjuarai Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina, dengan hadiah uang tunai sebesar USD 50 juta atau sekitar Rp 895 miliar (kurs Rp 17.900 per dolar AS). Namun, sebagian besar dari jumlah fantastis ini berpotensi dikenakan pajak federal Amerika Serikat (AS), bahkan mencapai 30 persen, oleh Internal Revenue Service (IRS) berdasarkan hukum pajak setempat yang mengatur pendapatan dari aktivitas di AS oleh atlet asing non-residen.Rencana pemotongan pajak sebesar 30 persen ini memicu kritik keras dari sejumlah anggota Kongres AS. Anggota Kongres Tim Burchett dan Jonathan Jackson menyebut praktik ini sebagai "perampokan" dan "salah," berpendapat bahwa beban pajak tersebut mengirimkan pesan negatif dan justru menghalangi atlet serta pengunjung asing untuk membelanjakan uang mereka di AS. Mereka juga mengkritisi sistem perpajakan AS secara lebih luas yang dinilai tidak adil.Burgess Owens, anggota Kongres dan mantan pemain NFL, juga menyuarakan keberatan atas potensi pajak 30 persen tersebut. Meskipun ia menghargai AS sebagai tuan rumah acara besar seperti Piala Dunia karena mampu menarik minat pada olahraga, ia menyayangkan realitas "negara yang penuh pajak" ini. Kritik tersebut secara kolektif menyoroti perdebatan seputar kebijakan fiskal AS dan dampaknya terhadap citra negara sebagai penyelenggara event internasional.