Savoria Group yang menonjol di pameran Food Hotel Indonesia 2023 yang bergengsi menandai langkah signifikan dalam komitmen untuk memenuhi tuntutan dinamis segmen B2B Horeca (Hotel, Restoran, dan Katering). Foto: Dok. SavoriaSavoria menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Kamis (23/7). Selain itu, Danantara Indonesia. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:Savoria Bantah Isu Akuisisi Kecap BangoSavoria Group secara tegas membantah rumor mengenai rencana akuisisi merek Kecap Bango milik PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Corporate Communications Savoria Group, Ryne Anggia, menyatakan bahwa perusahaan saat ini tidak memiliki agenda atau pembahasan terkait ekspansi bisnis melalui akuisisi, menepis kabar yang beredar di berbagai media. Klarifikasi ini menegaskan posisi Savoria sebagai bagian dari Djarum Group dalam industri fast-moving consumer goods (FMCG) yang fokus pada pertumbuhan organik.Alih-alih akuisisi, Savoria Group justru tengah berinvestasi besar pada sektor peternakan. Melalui PT Global Dairi Bersama (GDB), mereka membangun peternakan sapi perah terpadu terbesar di Indonesia, berlokasi di Brebes, Jawa Tengah. Proyek ambisius ini mencakup lahan seluas 710 hektare, ditargetkan mampu menampung 30.000 ekor sapi perah berkualitas unggul, yang setara dengan 33 persen dari total populasi sapi perah di Jawa Tengah.Mentan Amran Sulaiman didampingi Wamentan Sudaryono, Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi dan CEO Savoria Group Ihsan Mulia Putri saat Groundbreaking peternakan susu PT Global Dairi Bersama di Brebes, Jawa Tengah, Senin (20/7/2026). Foto: PT Global Dairi BersamaDari sisi produksi, peternakan GDB ini diproyeksikan mencapai 180.000 ton susu segar per tahun. Angka ini diharapkan dapat berkontribusi sebesar 18 persen terhadap total Produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) nasional, sekaligus meningkatkan kapasitas produksi susu Jawa Tengah hingga dua setengah kali lipat. Langkah ini menggarisbawahi strategi Savoria untuk memperkuat rantai pasok dan portofolio produknya yang luas, meliputi merek seperti BonChef, Caffino, MilkLife, dan SariWangi.Danantara Resmi Ambil Alih 4 BUMN Manajemen InvestasiPT Danantara Asset Management (DAM) telah merampungkan penandatanganan Share Purchase Agreement (SPA) untuk mengambil alih saham PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI), PT BNI Asset Management (BNI AM), dan PT PNM Investment Management (PNM IM). Akuisisi ini menjadikan DAM sebagai pengendali empat perusahaan manajer investasi BUMN tersebut, dengan total dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) kolektif mencapai lebih dari Rp 170 triliun per Juni 2026. Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan langkah ini sebagai upaya membangun kekuatan baru di industri manajemen investasi nasional.(Kiri-Kanan) Dirut Mandiri Manajemen Investasi Hardiyanto Pilia, Dirut BRI MI Arief Budiman, Dirut BNI AM Ari Adil, dan Dirut PNM IM Ade Santoso Djajanegara menunjukkan dokumen Perjanjian Akta Jual Beli Saham Portofolio di Jakarta, Rabu (22/7/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparanDalam waktu dekat, keempat perusahaan manajer investasi ini akan melakukan merger untuk membentuk satu entitas manajemen aset terbesar di Indonesia. Proses konsolidasi ini bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk investasi, baik bagi investor ritel maupun institusi. Dengan model bisnis yang terintegrasi, perusahaan hasil konsolidasi akan mampu menghadirkan solusi investasi yang lebih kompetitif dan mendukung pertumbuhan jumlah Single Investor Identification (SID) nasional yang telah melampaui 20 juta investor.Sinergi dari kekuatan masing-masing entitas menjadi kunci. BRI MI membawa basis nasabah ritel yang kuat dengan AUM sebesar Rp 52,61 triliun. BNI AM berkontribusi dengan komposisi bisnis ritel dan institusi yang seimbang serta AUM Rp 29,59 triliun. Sementara itu, PNM IM melengkapi kekuatan perusahaan dengan pengalaman dalam investasi inklusif dan AUM sebesar Rp 10,31 triliun. Hardiyanto Pilia, Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi, optimistis bahwa penggabungan ini akan menjadikan mereka mitra investasi pilihan bagi jutaan masyarakat Indonesia.