BorneoFlash.com, JAKARTA - Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk Freidrich Paulus mengajak umat Islam Indonesia memperkuat nasionalisme dan menjaga persatuan bangsa di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global.Dalam Kongres Umat Islam Indonesia VIII di Jakarta, Sabtu, Lodewijk menilai berbagai konflik di sejumlah negara sebagai pelajaran penting bagi Indonesia untuk terus menjaga keutuhan bangsa.Ia mencontohkan kondisi di Venezuela dan Iran untuk menggambarkan bagaimana berbagai faktor, termasuk rasa kebangsaan yang kuat, memengaruhi dinamika suatu negara."Kondisi di Venezuela dan Iran menunjukkan dua gambaran berbeda tentang nasionalisme," ujarnya.Lodewijk menegaskan seluruh elemen masyarakat, khususnya umat Islam, harus berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa ancaman terhadap keamanan nasional tidak hanya berasal dari sektor militer. Gejolak ekonomi, konflik internasional, dan perubahan iklim juga dapat mengganggu stabilitas sosial dan keamanan nasional."Umat Islam Indonesia harus benar-benar menjaga nasionalisme serta merajut persatuan dan kesatuan bangsa," kata Lodewijk.Menurutnya, Indonesia membutuhkan nasionalisme yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan tanpa mengorbankan persatuan bangsa.Lodewijk berharap umat Islam terus memperkuat semangat kebangsaan agar Indonesia mampu menjaga stabilitas nasional dan memperkuat posisinya di tengah dinamika geopolitik global. (*)