Pabrik Toyota di Jepang Foto: TOSHIFUMI KITAMURA / AFPMenteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong pelaku industri mengambil peran lebih besar dalam memperkuat pendidikan vokasi. Hal ini guna mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan mampu menjawab tantangan transformasi industri.Menurut Agus, transformasi industri yang dipengaruhi digitalisasi, perkembangan kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, transisi menuju ekonomi hijau, hingga perubahan rantai pasok global menuntut lahirnya SDM yang adaptif dan memiliki kompetensi berstandar internasional."Karena itu, penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi prioritas nasional dan merupakan fondasi utama pembangunan SDM industri yang kompeten," ujar Agus dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (25/7).Ia menegaskan, penguatan pendidikan vokasi tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Sinergi antara dunia pendidikan dan pelaku industri dibutuhkan agar kurikulum, fasilitas pembelajaran, hingga kompetensi lulusan selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, mengatakan bahwa investasi terbaik bagi industri adalah investasi pada manusia. Karena itu, perusahaan memandang sekolah vokasi sebagai ruang untuk menumbuhkan kompetensi sekaligus karakter calon talenta industri."Investasi terbaik bagi industri adalah investasi pada manusia. Karena itu, kami memandang sekolah vokasi sebagai ruang untuk menumbuhkan kompetensi sekaligus karakter calon talenta industri. Melalui dukungan fasilitas pembelajaran dan kolaborasi yang berkelanjutan, kami berharap semakin banyak lulusan SMK yang siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri nasional," ujar Nandi.Presiden Direktur (Presdir) PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto (kedua kiri) didampingi Kepala Sekolah SMKN 1 Denpasar I Wayan Mustika (ketiga kiri), Wakil Presdir TMMIN I Nyoman Winaya (tengah), Ketua Komite SMKN 1 Denpasar I Nyoman Keramas (kedua kanan), dan Kepala Seksi Kurikulum dan Pembelajaran SMK Disdikpora Provinsi Bali I Gede Agus Rai (kanan), berbincang dengan para siswa SMKN 1 Denpasar (kiri) mengenai mesin Toyota tipe 2TR (bensin) yang didonasikan TMMIN sebagai mesin berteknologi tinggi untuk alat pembelajaran bagi para siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), di SMKN 1 Denpasar, Jumat (24/7). Foto: TMMIN,Selain mendukung fasilitas pembelajaran, TMMIN juga mendorong penerapan standar industri Toyota melalui peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan basic skill industri serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia industri. Pendekatan tersebut bertujuan membangun budaya kerja industri sejak di lingkungan sekolah, mulai dari disiplin, keselamatan kerja, kualitas, hingga semangat continuous improvement.Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya Adnyana menambahkan, kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan industri menjadi kunci membangun ekosistem vokasi yang berkelanjutan."Kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri menjadi kunci dalam membangun ekosistem vokasi yang berkelanjutan. Ketika sekolah memiliki akses terhadap pembelajaran berstandar industri, guru terus mengembangkan kompetensinya, dan siswa memperoleh pengalaman praktik yang relevan, maka akan lahir talenta-talenta yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan," ujar I Nyoman.Melalui filosofi Make People Before Make Product, TMMIN meyakini pengembangan SDM merupakan fondasi kemajuan industri. Sinergi berkelanjutan antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri diharapkan mampu mencetak tenaga kerja berdaya saing sekaligus mendukung pertumbuhan industri nasional.Sebagai implementasi komitmen tersebut, TMMIN memperluas program Vocational School Development ke Provinsi Bali, dengan menyerahkan donasi alat peraga mesin berteknologi kendaraan terkini kepada SMKN 1 Denpasar dan SMK Rekayasa Denpasar. Penyerahan berupa satu unit mesin Toyota tipe 2TR (bensin) untuk SMKN 1 Denpasar dan satu unit mesin Toyota tipe 2GD (diesel) untuk SMK Rekayasa Denpasar. Bantuan tersebut diharapkan mendukung pembelajaran praktik siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) agar lebih memahami teknologi kendaraan terkini dan siap memasuki dunia kerja."Program Vocational School Development telah dijalankan TMMIN sejak 2017. Hingga kini program tersebut menjangkau 30 SMK binaan di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada 2026, perusahaan memperluas program ke Bali dan Lombok dengan menambah empat SMK binaan baru, sehingga total sekolah binaan menjadi 34 secara nasional," tambahnya.