BorneoFlash, PASER – Kejuaraan Paser International Table Tennis Championship (ITTC) 2026 hingga hari ketiga pelaksanaan, pada Rabu (22/7/2026), masih sepenuhnya berada dalam genggaman kontingen Indonesia. Gelombang tekanan dari atlet-atlet luar negeri belum mampu membendung ketangguhan para petenis meja muda tanah air yang terus mengamankan podium tertinggi di berbagai nomor yang dipertandingkan.Fokus utama dalam ajang bertaraf internasional ini tertuju pada performa impresif Amanda Febrian Mahardika, atlet belia berusia 13 tahun asal Kediri, Jawa Timur. Mewakili PB Pelatnas, Amanda berhasil mencatatkan rekor double emassetelah menundukkan perlawanan sengit wakil Malaysia, Lim Zi Xuan, dengan skor telak 3-0 pada babak final nomor tunggal putri Kelompok Umur (KU) 16.Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Paser, Asnawi, menjelas, pencapaian manis tersebut melengkapi dominasi Amanda yang sebelumnya telah lebih dulu menyegel gelar juara pada kategori KU-13 tunggal putri. Saat dikonfirmasi usai penerimaan medali dan hadiah uang tunai, atlet muda berprestasi ini mengutarakan rasa syukurnya dapat memberikan penampilan terbaik serta menyapu bersih kemenangan di Tanah Grogot.“Di sisi lain, jajaran podium kategori KU-16 tunggal putra dan putri juga bersaing ketat antarklub besar nasional. Skuad dari tim Onic Jakarta tampil sangat dominan dengan menyapu bersih medali, persaingan tenis meja usia muda di tingkat nasional yang kian kompetitif,” bebernya.Bagi squad tuan rumah, laga internasional ini menjadi ujian sekaligus pembuktian kapasitas para atlet lokal Kabupaten Paser. Meski belum berhasil mengamankan medali emas dan sempat kehilangan peluang podium di nomor KU-16 tunggal putri, wakil Paser seperti Jazzle sukses menyumbangkan medali perak di kategori KU-16 tunggal putra, disusul raihan perunggu di beberapa nomor lainnya.“Saya sangat mengapresiasi terhadap perjuangan para atlet daerah kita, melihat menilai keberhasilan meraup medali di tiga nomor berbeda dalam ajang berskala internasional merupakan pencapaian yang patut diacungi jempol mengingat kualitas lawan yang dihadapi,” jelasnya.Asnawi menambahkan bahwa kesempatan bertanding melawan atlet-atlet papan atas mancanegara dan pemain nasional Pelatnas menjadi modal berharga bagi pengembangan olahraga daerah. “Pengalaman bertanding di level tinggi ini diharapkan dapat meningkatkan jam terbang, mentalitas bertanding, serta dievaluasi oleh tim kepelatihan guna mencetak atlet Paser yang makin matang di masa depan,” harapnya. (*)