BorneoFlash.com, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tidak hanya fokus mengawal pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga yang saat ini masih berlangsung, tetapi juga mulai menyiapkan berbagai fasilitas pendukung guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal setelah jaringan beroperasi.Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menjelaskan bahwa sejumlah usulan telah disampaikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta pihak pelaksana proyek saat rapat koordinasi terkait perkembangan pembangunan jargas.Salah satu usulan yang diajukan adalah pemanfaatan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik daerah sebagai sarana pembayaran tagihan jargas. Langkah tersebut dinilai dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi sekaligus memperluas akses layanan.“Kami mengusulkan agar pembayaran rekening jargas dapat difasilitasi melalui BPR daerah sehingga masyarakat lebih mudah melakukan pembayaran,” ujar Marnabas, pada Kamis (23/7/2026).Selain aspek pembayaran, Pemkot Samarinda juga mendorong pembentukan pusat layanan pelanggan atau sekretariat khusus yang berada di wilayah kota. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian layanan bagi pelanggan yang membutuhkan informasi maupun ingin menyampaikan keluhan.“Kalau ada keluhan pelanggan, mereka bisa datang ke sana. Selama ini masyarakat masih bingung harus mengadu ke mana,” katanya.Menurut Marnabas, idealnya pusat pengaduan tersebut ditempatkan berdekatan dengan lokasi pembayaran sehingga seluruh kebutuhan layanan pelanggan dapat diselesaikan dalam satu tempat.Ia mengungkapkan, usulan yang disampaikan pemerintah daerah mendapatkan sambutan positif dari pihak Kementerian ESDM maupun kontraktor pelaksana proyek.Di sisi lain, Pemkot Samarinda juga berharap program jargas dapat terus berlanjut melalui penambahan alokasi sambungan rumah pada tahun 2027. Dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program tersebut diharapkan menjadi pertimbangan pemerintah pusat untuk menambah kuota bagi Kota Tepian.“Kami berharap tahun 2027 ada tambahan lagi. Kita all out membantu program ini karena memang untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.Saat ini, Samarinda mendapatkan alokasi sebanyak 7.619 sambungan rumah tangga yang pembangunannya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Program tersebut menyasar sejumlah kawasan di Kecamatan Samarinda Ilir dan Kecamatan Sungai Pinang.Marnabas menyebut pekerjaan konstruksi diperkirakan rampung pada Agustus hingga September 2026. Tahapan yang sedang berjalan saat ini adalah pengujian jaringan guna memastikan seluruh sistem dapat berfungsi dengan baik sebelum mulai digunakan masyarakat.Ia juga mengingatkan pihak kontraktor agar memperhatikan kualitas pekerjaan, terutama pada area bekas galian yang digunakan untuk pemasangan pipa. Menurutnya, proses penutupan dan pemadatan kembali harus dilakukan secara maksimal untuk mencegah kerusakan jalan di kemudian hari.“Kalau lubang bekas galian tidak dipadatkan, nanti bisa terjadi penurunan. Itu yang kami minta supaya dirapikan,” tandasnya.Pemkot Samarinda optimistis kehadiran jaringan gas rumah tangga akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Dengan dukungan sistem pembayaran yang mudah, layanan pengaduan yang jelas, serta operasional yang tertata, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memenuhi kebutuhan energi rumah tangga secara lebih efisien. (*)