BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Maraknya aksi perkelahian yang melibatkan remaja di Balikpapan Timur menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan. Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menegaskan, upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak ketertiban, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga.Menurut Bagus, peran orang tua menjadi faktor paling penting dalam mencegah anak terlibat konflik. Ia mengingatkan, sebagian besar waktu anak dihabiskan di luar sekolah sehingga pengawasan dan komunikasi dalam keluarga harus diperkuat."Yang paling utama adalah pendidikan keluarga, pendidikan agama, kemudian peran guru di sekolah. Selama sekitar 10 sampai 12 jam di luar sekolah, kita tidak selalu mengetahui aktivitas anak-anak. Oleh karena itu komunikasi orang tua dengan anak harus terus dibangun," ujarnya, pada Senin (27/7/2026).Selain keluarga, Bagus menilai pengawasan dari lingkungan sekitar juga harus dioptimalkan. Ia berharap ketua RT, pemerintah kelurahan, kecamatan hingga Satpol PP aktif memantau aktivitas remaja di wilayah masing-masing agar potensi konflik dapat dicegah sejak dini.Menurutnya, patroli Satpol PP tidak hanya berfokus pada penertiban pedagang atau ketertiban umum, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak dan remaja.Di sektor pendidikan, Bagus meminta satuan tugas pendidikan serta guru Bimbingan dan Konseling (BK) lebih proaktif mendampingi siswa. Guru BK diharapkan rutin memantau kondisi psikologis dan pergaulan peserta didik sehingga persoalan yang dihadapi dapat terdeteksi lebih awal."Guru BK harus aktif menanyakan bagaimana kondisi anak-anak kita. Kalau ada masalah, harus segera diketahui agar bisa dicarikan solusi sebelum berkembang menjadi konflik," katanya.Bagus juga mengajak tokoh masyarakat dan tokoh agama ikut mengambil peran dalam membina generasi muda. Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci untuk menekan angka tawuran remaja di Balikpapan."Kalau komunikasi di keluarga berjalan baik, orang tua mengetahui keluhan dan permasalahan anak, maka potensi terjadinya konflik seperti yang terjadi di Balikpapan Timur dapat diminimalkan," tutupnya. (*)