GKR Mangkubumi saat menerima langsung penghargaan Bintang Semangat Rimba Emas dari Sultan Perak, Sultan Nazrin Muizzuddin Shah, di Dewan Bankuet, Bangunan Perak Darul Ridzuan, Ipoh, pada Sabtu (25/7). Foto: Dok. BernamaKetua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) periode 2015-2025 Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi Hamemayu Hayuning Bawono Langgeng ing Mataram menerima Bintang Semangat Rimba Emas (BSR-E), anugerah kehormatan bergengsi dari Malaysia.Malam penghargaan yang berlangsung di di Ipoh, Perak, Malaysia, dan pada Sabtu (25/7) pagi, ini, menghormati GKR Mangkubumi atas kontribusinya dalam memperkuat hubungan kepanduan di kawasan regional.Anugerah diberikan oleh Persekutuan Pengakap Malaysia (PPM), organisasi nasional kepanduan di Malaysia yang setara dengan Gerakan Pramuka di Indonesia. PPM merupakan anggota Organisasi Gerakan Kepanduan Dunia (World Organization of the Scout Movement/WOSM) dan menjadi lembaga resmi yang membina kegiatan kepanduan di Malaysia.Bintang Semangat Rimba Emas (BSR-E) merupakan anugerah kehormatan yang diberikan kepada tokoh yang dinilai memiliki jasa, pengabdian, dan kontribusi luar biasa bagi perkembangan gerakan kepanduan. Penghargaan tersebut bersifat eksklusif dan dianugerahkan kepada tokoh yang memberikan dukungan terhadap pembangunan kepanduan di tingkat daerah, nasional, maupun internasional. Bagi penerima dari luar Malaysia, penghargaan diberikan dalam status Kehormat (Honorary).Pada Sabtu (25/7) pagi, GKR Mangkubumi menerima anugerah tersebut dalam Istiadat Penganugerahan Bintang, Pingat dan Sijil Pengakap Raja Persekutuan Pengakap Malaysia Negeri Perak yang dipimpin langsung Sultan Perak, Sultan Nazrin Muizzuddin Shah, di Dewan Bankuet, Bangunan Perak Darul Ridzuan, Ipoh.Menanggapi penghargaan tersebut, GKR Mangkubumi mengatakan anugerah yang diterimanya merupakan kehormatan sekaligus simbol eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Malaysia yang selama ini terjalin melalui gerakan kepanduan."Saya bersyukur dan merasa terhormat menerima anugerah ini. Bagi saya, penghargaan ini bukan hanya untuk pribadi, tetapi juga merupakan bentuk apresiasi terhadap persahabatan dan kerja sama yang telah lama terjalin antara Gerakan Pramuka Indonesia dan Persekutuan Pengakap Malaysia," kata GKR Mangkubumi kepada wartawan.Menurut putri sulung Sri Sultan Hamengku Buwono X tersebut, Yogyakarta dan Malaysia memiliki hubungan yang erat di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kebudayaan, hingga pariwisata. Gerakan kepanduan, kata dia, menjadi salah satu ruang penting untuk memperkuat hubungan tersebut melalui pendidikan karakter, pertukaran pengalaman, dan pembinaan kepemimpinan generasi muda."Saya berharap hubungan antara Gerakan Pramuka Indonesia dan Persekutuan Pengakap Malaysia semakin erat. Semakin banyak generasi muda yang saling belajar dan bertukar pengalaman, semakin kuat pula persahabatan kedua bangsa dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang berkarakter," ujarnya.Dalam istiadat tersebut, Sultan Nazrin juga menyerahkan penghargaan kepada 239 anggota dan tokoh kepanduan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan, kedisiplinan, serta pengabdian mereka terhadap gerakan kepanduan. Turut hadir Menteri Besar Perak Datuk Seri Saarani Mohamad dan Ketua Pengakap Negara Malaysia Mayor Jenderal Profesor Datuk Mohd Zin Bidin.Dalam sambutannya, Mohd Zin mengatakan Persekutuan Pengakap Malaysia kini memasuki fase transformasi baru yang lebih modern, progresif, dan berorientasi ke depan. Menurutnya, transformasi tersebut menjadi langkah penting agar gerakan kepanduan tetap relevan menghadapi tantangan zaman.Ia juga menyoroti semakin kuatnya posisi Malaysia dalam gerakan kepanduan dunia setelah Kuala Lumpur menjadi kantor pusat World Scout Bureau. Keberadaan kantor pusat tersebut, kata dia, membuka peluang yang lebih luas bagi pertukaran keahlian, berbagi praktik terbaik, serta mempererat kolaborasi dengan organisasi kepanduan dari berbagai negara.Selain itu, Persekutuan Pengakap Malaysia Negeri Perak pada tahun ini juga memperingati 100 tahun berdirinya organisasi tersebut. Momentum satu abad itu diharapkan menjadi tonggak baru untuk terus memperkuat pengabdian kepada masyarakat sekaligus mempererat persaudaraan melalui gerakan kepanduan.