Patroli Gabungan Sasar PMKS, Satpol PP Amankan Manusia Silver dan Anak Jalanan di Samarinda

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kota Samarinda, TNI, Polri, Denpom, dan Satpol PP Provinsi Kalimantan Timur menggelar patroli cipta kondisi pada Rabu (22/7/2026) dini hari. Operasi tersebut menyasar sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi aktivitas anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng), serta manusia silver.Dari hasil patroli, petugas mengamankan satu orang manusia silver dan beberapa anak jalanan maupun gepeng yang ditemukan masih beraktivitas di sejumlah persimpangan dan ruas jalan. Sebagian dari mereka diketahui masih berusia di bawah umur.Pantauan di lapangan, tim gabungan bergerak menyisir beberapa kawasan yang dinilai rawan, mulai dari simpang jalan protokol hingga wilayah Samarinda Seberang. Saat petugas mendatangi lokasi, sejumlah manusia silver terlihat berupaya menghindari razia dengan berpindah-pindah tempat.Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswantini, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban umum sekaligus menekan keberadaan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang masih beraktivitas di ruang publik."Patroli ini kami lakukan untuk memantau dan menertibkan aktivitas anak jalanan, gelandangan, pengemis, maupun manusia silver yang masih ditemukan di sejumlah titik di Kota Samarinda. Keberadaan mereka kerap menjadi perhatian dan keluhan masyarakat," ujar Anis.Dalam operasi tersebut, petugas sempat melakukan pengejaran terhadap beberapa manusia silver yang berusaha melarikan diri saat mengetahui kedatangan tim gabungan. Salah seorang bahkan nekat melompat ke Sungai Mahakam di kawasan Muara untuk menghindari penertiban."Ada satu orang yang melompat ke Sungai Mahakam sehingga tidak berhasil diamankan. Namun satu manusia silver lainnya berhasil kami amankan setelah sebelumnya berpindah dari kawasan Simpang Air Putih menuju Muara," jelasnya.Selain itu, tim gabungan juga menemukan sejumlah anak jalanan dan gepeng di kawasan Jalan APT Pranoto, Samarinda Seberang. Berdasarkan pendataan awal, beberapa di antaranya masih tergolong anak-anak sehingga memerlukan penanganan khusus.Menurut Anis, keberadaan anak di jalanan tidak hanya berkaitan dengan persoalan ketertiban umum, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah sosial yang lebih luas, termasuk risiko eksploitasi anak."Kami membawa mereka ke mako untuk dilakukan pendataan. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan orang tua maupun instansi terkait agar anak-anak ini tidak kembali turun ke jalan dan terhindar dari potensi eksploitasi," tegasnya.Setelah proses pendataan selesai, penanganan lanjutan akan diserahkan kepada perangkat daerah yang membidangi urusan sosial untuk menjalani pembinaan dan pendampingan sesuai ketentuan yang berlaku.Anis menegaskan patroli serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai upaya menjaga kenyamanan masyarakat serta menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib dan aman."Kami akan terus melakukan patroli dan penertiban secara berkelanjutan. Harapannya, ruang-ruang publik dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya dan masyarakat merasa lebih aman serta nyaman saat beraktivitas," pungkasnya.Patroli gabungan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif pemerintah dalam menekan aktivitas PMKS di jalanan. Selain menjaga ketertiban kota, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong penanganan sosial yang lebih tepat bagi kelompok rentan, terutama anak-anak yang masih ditemukan mencari nafkah di ruang publik.