Prabowo Minta Nanik Deyang Tetap Kawal Program MBG Meski Mundur dari BGN

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto meminta Nanik S. Deyang tetap mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).Saat menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, Prasetyo menjelaskan bahwa struktur organisasi BGN memiliki Dewan Pengawas yang dapat menjadi wadah bagi Nanik untuk terus berkontribusi.Prasetyo mengatakan Nanik memiliki pengalaman yang kuat di BGN. Sebelum memimpin BGN, Nanik menjalankan tugas sebagai Wakil Kepala BGN. Presiden Prabowo kemudian menunjuk Nanik sebagai Kepala BGN pada 8 Juni 2026.“Presiden menilai Ibu Nanik masih dapat memberikan kontribusi optimal dengan peran yang berbeda karena pertimbangan kesehatan,” kata Prasetyo.Prasetyo menambahkan, Presiden meminta Nanik tetap mendampingi pimpinan baru, mengawal program MBG, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan kinerja BGN.Pada Rabu sore, Presiden Prabowo akan melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN definitif di Istana Negara, Jakarta. Saat ini, Sudaryono masih menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian.Prasetyo menegaskan Sudaryono akan fokus memimpin BGN dan tidak akan merangkap jabatan sebagai Wakil Menteri Pertanian.Sebelumnya, Nanik mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Prabowo karena harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.Melalui unggahan di media sosial, Nanik menjelaskan bahwa Presiden menyetujui pengunduran dirinya. Namun, Presiden tetap meminta dirinya membantu mengawasi dan mendukung pelaksanaan program di BGN.“Saya menyampaikan kepada Presiden bahwa saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan. Presiden menyetujui keputusan itu, tetapi meminta saya tetap ikut mengawasi BGN,” ujar Nanik.Dalam unggahannya, Nanik juga menyampaikan bahwa dirinya akan berangkat ke luar negeri untuk menjalani pengobatan terkait penyakit jantung yang dideritanya. (*)