Visi Samsung Intelligent Eyewear: Kacamata AI Kontekstual Pendamping HP Galaxy

Wait 5 sec.

Samsung resmi meluncurkan perangkat intelligent eyewear. Foto: Dok. SamsungSamsung memamerkan perangkat intelligent eyewear atau smart glasses (kacamata pintar) pada ajang Galaxy Unpacked 2026 di London, Inggris. Wearable device ini dirancang sebagai pendamping smartphone Galaxy dengan mengandalkan AI kontekstual, kamera hands-free, penerjemahan langsung (live translation), navigasi, hingga integrasi penuh dengan ekosistem Galaxy.Berbeda dari kacamata pintar yang sudah ada di pasaran, Samsung mengeklaim produk ini dikembangkan dengan fokus pada kenyamanan dipakai seharian, desain ringan, privasi pengguna, serta pengalaman AI yang terasa alami tanpa harus terus melihat layar ponsel.Intelligent eyewear dikembangkan bersama dua merek eyewear ternama, Gentle Monster dan Warby Parker, sekaligus melanjutkan konsep yang sempat diperkenalkan Samsung bersama Google dalam ajang Google I/O 2026, Mei lalu. Lewat intelligent eyewear, Samsung ingin menghadirkan pengalaman AI yang lebih natural, di mana pengguna bisa memperoleh bantuan tanpa harus terus-menerus melihat layar ponsel.Executive Vice President sekaligus Head of XR R&D Team Mobile eXperience Business Samsung Electronics, Jaein (James) Choi, mengatakan bahwa langkah Samsung ini tak sekadar mau membuat smartphone dalam bentuk kacamata, tetapi perusahaan justru ingin menciptakan perangkat yang benar-benar ingin dikenakan orang setiap hari."True wearability menjadi prinsip utama kami. Orang harus ingin memakainya terlebih dahulu, baru kemudian menikmati seluruh teknologi yang ada di dalamnya," ujar James dalam sesi media in-depth briefing Galaxy Unpacked 2026 di London.Jaein (James) Choi, Executive Vice President sekaligus Head of XR R&D Team Mobile eXperience Business Samsung Electronics. Foto: Habib Allbi Ferdian/kumparanSmart glasses juga hadir untuk menyesuaikan perkembangan AI yang kini telah memasuki era agentic AI, sehingga fokusnya bukan lagi sekadar membuat AI semakin pintar, tetapi bagaimana AI dapat hadir secara alami dalam aktivitas sehari-hari.Karena itu, intelligent eyewear dirancang untuk menemani berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, bepergian, hingga menikmati waktu luang secara hands-free. Informasi penting dapat muncul langsung sesuai konteks tanpa mengganggu interaksi pengguna dengan lingkungan sekitar.Smart glasses juga mendukung kontrol berbasis suara maupun gestur sederhana sehingga pengguna tetap bisa beraktivitas tanpa harus berpindah ke perangkat lain. Untuk mendukung pengalaman tersebut, Samsung membekali perangkat ini dengan kamera yang mampu memahami konteks visual di sekitar pengguna. Kamera itu bekerja bersama platform Snapdragon AR1 Gen1, yang dirancang khusus untuk perangkat augmented reality (AR) berukuran ringkas dengan efisiensi daya tinggi.Untuk daya tahan, baterai intelligent eyewear diklaim mampu bertahan hingga sembilan jam dalam sekali pengisian daya. Charging case yang disertakan juga dapat mengisi ulang perangkat hingga tujuh kali.AI Gemini Ada di Kacamata SamsungSamsung sendiri mengembangkan perangkat ini bersama Google dengan mengintegrasikan Gemini AI ke dalam form factor wearable. Melalui Gemini, intelligent eyewear mampu menjalankan berbagai fungsi berbasis AI secara real time. Pengguna dapat meminta perangkat merangkum pesan yang panjang, membacakan informasi penting, menerjemahkan percakapan secara langsung, hingga mengoperasikan perangkat hanya menggunakan perintah suara.Perangkat juga dapat memahami konteks visual yang sedang dilihat pengguna. Misalnya saat menghadiri rapat, kacamata bisa merekam isi papan tulis lalu menyusun poin-poin penting ke aplikasi Notes agar lebih mudah ditinjau atau dibagikan.Samsung intelligent eyewear resmi meluncur di acara Galaxy Unpacked 2026 di London, Inggris. Foto: Habib Allbi Ferdian/kumparanUntuk kebutuhan mobilitas, intelligent eyewear juga dapat memberikan panduan navigasi berdasarkan lokasi, membantu memahami lingkungan sekitar, hingga menerjemahkan berbagai bahasa secara langsung saat berkomunikasi.Samsung juga menghadirkan fitur yang memungkinkan pengguna membagikan sudut pandang mereka secara langsung ketika melakukan panggilan video atau merekam aktivitas dari perspektif orang pertama."Google dan Samsung memiliki visi yang sama untuk menghadirkan AI yang benar-benar memahami konteks kehidupan sehari-hari pengguna," ujar Sameer Samat, President of Android Ecosystem Google.Menurut Sameer, kolaborasi tersebut memadukan platform Android XR, desain premium, dan kemampuan Gemini untuk menghadirkan bantuan AI secara hands-free sepanjang hari.Kolaborasi dengan Gentle Monster dan Warby ParkerSelain mengedepankan teknologi AI, Samsung juga memberi perhatian besar pada desain. Perusahaan menggandeng brand Gentle Monster dan Warby Parker agar intelligent eyewear tetap tampil sebagai aksesori fesyen yang nyaman digunakan sehari-hari.James menilai, tantangan utama membuat smart glasses bukanlah mengembangkan kecerdasan buatan, melainkan menghadirkan perangkat yang nyaman dipakai dalam waktu lama. Berbeda dengan smartphone atau smartwatch, desain kacamata harus mampu menyesuaikan bentuk wajah manusia yang sangat beragam. Mulai dari bentuk hidung, tulang pipi, dahi, hingga posisi telinga.Dua model intelligent eyewear dari Samsung. Foto: Dok. SamsungKarena itu Samsung mengembangkan pendekatan computational design berbasis data untuk mempelajari berbagai bentuk wajah manusia. Perusahaan juga bekerja sama dengan mitra industri kacamata agar perangkat tetap terasa seperti kacamata biasa, bukan gadget yang berat atau mengganggu aktivitas. Bahkan, menurut James, selisih 0,1 milimeter atau tambahan bobot 1 gram saja sudah bisa memengaruhi kenyamanan pengguna.Adapun smart glasses versi Gentle Monster hadir dengan bingkai hitam ramping, garis atas yang tegas, serta sudut bawah membulat sehingga memberikan kesan modern. Sementara desain Warby Parker mengusung garis alis yang sedikit terangkat dengan sentuhan warna cokelat hangat untuk tampilan yang lebih klasik.Samsung mengatakan kedua mitra tersebut turut terlibat dalam penyempurnaan desain, termasuk pada area dahi dan telinga, agar kacamata tetap nyaman dipakai dalam waktu lama tanpa mengorbankan daya tahan maupun performa perangkat.Privasi Jadi PrioritasKarena menggunakan kamera yang selalu berada di wajah pengguna, Samsung mengaku menaruh perhatian besar terhadap aspek privasi. Smart glasses dibekali lampu indikator LED yang akan menyala ketika kamera aktif. Selain itu, perangkat mampu mendeteksi apakah kacamata benar-benar sedang dikenakan atau tidak.Intelligent eyewear dan charging case. Foto: Habib Allbi Ferdian/kumparanJika perangkat dilepas atau kamera sengaja ditutupi, sistem akan otomatis menghentikan proses perekaman. Samsung juga mengandalkan platform keamanan Knox Vault untuk melindungi seluruh data pengguna yang diproses melalui smartphone Galaxy.James menegaskan, smart glasses bukan pengganti smartphone. Perangkat ini justru dirancang sebagai companion device yang memanfaatkan kemampuan komputasi smartphone Galaxy melalui konsep split computing.Dengan pendekatan tersebut, sebagian proses AI dijalankan oleh smartphone sehingga bobot smart glasses tetap ringan dan konsumsi dayanya lebih efisien. Integrasi ini juga memungkinkan smart glasses terhubung dengan Galaxy Watch dan Galaxy Buds. Pengguna dapat mengontrol perangkat menggunakan gestur dari jam tangan, sementara hasil foto akan otomatis tersimpan di Gallery.Seiring AI agentik mengubah pengalaman mobile, langkah berikutnya adalah menghadirkan pengalaman yang semakin intuitif dan mampu beradaptasi dengan konteks setiap pengguna. Intelligent eyewear menghadirkan cara baru untuk berinteraksi, membawa bantuan AI yang lebih personal secara alami ke berbagai aktivitas sehari-hari. Won-Joon Choi, Chief Operating Officer Mobile eXperience (MX) Business Samsung ElectronicsIntelligent eyewear menjadi langkah Samsung berikutnya dalam evolusi pengguna device dengan menghadirkan AI lebih dekat kepada pengguna saat mereka bergerak, bekerja, berkomunikasi, maupun bereksplorasi, tanpa harus selalu memulai interaksi melalui layar.