Pesan hingga Kelakar Prabowo di Harlah ke-28 PKB

Wait 5 sec.

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Puncak Harlah PKB ke-28 di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026). Foto: Youtube/ DPP PKBPresiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7). Prabowo memberikan pidato dalam acara itu.Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan sejumlah pesan yang diselipkan kelakar di antaranya. Berikut kumparan rangkum.Kelakar Prabowo ke Bahlil Soal Pelesetan MBG 'Mas Bahlil Ganteng'Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia tiba di Harlah PKB ke-28 di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7). Foto: Nasywa Athifah/kumparanMulanya, Prabowo menyapa para tamu yang hadir, termasuk sejumlah ketua umum partai politik yang datang maupun yang diwakilkan.Tiba saat giliran Prabowo menyapa Bahlil. "Ketua Umum Partai Golongan Karya, saudara Bahlil Lahadalia," kata Prabowo.Menanggapi sapaan dari Kepala Negara, Bahlil yang mengenakan jas kuning berlogo Partai Golkar, langsung berdiri. Menteri ESDM ini memberikan gestur namaste sebelum kembali duduk.Prabowo kemudian melanjutkan sapaannya kepada Bahlil dengan menyampaikan candaan soal MBG. Ia ternyata mengikuti perkembangan di media sosial soal MBG yang dipelesetkan menjadi 'Mas Bahlil Ganteng', menyusul kemunculan lagu terkait."Katanya MBG singkatan Mas Bahlil Ganteng," kata Prabowo.Candaan tersebut sontak membuat Bahlil dan hadirin tertawa lepas. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat juga tidak dapat menyembunyikan tawa karena mendengar kelakar Prabowo.Prabowo pun melanjutkan kelakarnya itu."Bisa aja lo," ucap Prabowo kepada Bahlil.Tawa penonton pun kembali pecah usai Prabowo mengucapkan candaannya itu.Prabowo Sebut PKB Punya Banyak Kelebihan: Mungkin Gus Dur Lagi Lihat dari AtasPresiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Puncak Harlah PKB ke-28 di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026). Foto: Youtube/ DPP PKBPrabowo juga melontarkan sejumlah pujian sekaligus candaan kepada PKB. Prabowo mengaku heran dengan ilmu yang dimiliki PKB. Menurutnya, setiap peringatan hari lahir partai tersebut selalu menjadi yang pertama mengundang Presiden untuk hadir."Saudara-saudara, jadi saya terus terang saja, saya enggak ngerti ini ilmunya PKB ini. PKB boleh juga ini," kata Prabowo.Prabowo kemudian membandingkan jadwal hari ulang tahun sejumlah partai politik lain yang digelar belakangan dalam satu tahun."Dalam musim satu tahun, kenapa PKB harlahnya selalu yang pertama ngundang Presiden? Sori ya Golkar. Golkar ulang tahunnya akhir tahun, ya kan? Oktober. PAN... habis ini Demokrat katanya bulan depan ya, Agustus? September. Kok bisa ya PKB ini? Ilmunya apa ini? Aduh ini ngeri juga ini kiai-kiai ini," ujarnya disambut tawa hadirin.Prabowo lantas mengenang Harlah PKB tahun lalu. Ia mengingat saat itu Ma'ruf Amin yang masih menjabat Ketua Dewan Syura PKB memberikan sambutan yang menurutnya sangat tegas."Saya ingat tahun lalu ulang tahun PKB, saya masih ingat yang kasih sambutan pertama itu Kiai Ma'ruf, waktu itu masih Ketua Dewan Syura ya. Itu pidato lebih galak dari saya," kata Prabowo.Ia mengaku saat itu baru tiba di lokasi dan bahkan belum sempat menikmati kopi sebelum mendapat berbagai pesan dari Ma'ruf Amin."Baru duduk, saya baru duduk, belum sempat minum kopi, sudah perintah-perintah Presiden. Pasal 33, Pasal 33. Waduh gimana itu. Kiai Ma'ruf Amin galak banget itu. Padahal sehari-hari mukanya... ya kan... kalau sudah di podium, Pasal 33, galak banget itu. 'Presiden Prabowo...' Saya bilang, siap, siap," ujarnya yang kembali memancing gelak tawa.Prabowo mengatakan, jika tahun lalu dirinya menerima banyak arahan dari para kiai PKB, maka pada Harlah tahun ini ia kembali memperoleh hadiah yang menurutnya juga bernuansa perintah."Tahun lalu saya dapat perintah, tahun ini saya dapat hadiah yang sifatnya perintah juga," ucapnya.Menutup candaan tersebut, Prabowo menyebut partai-partai lain dapat belajar dari cara PKB membangun tradisi politik dan hubungan dengan para pemimpinnya."Ini partai lain perlu belajar dari PKB ini. Ini ada kelebihan-kelebihan. Mungkin Gus Dur lagi lihat dari atas itu," kata Prabowo yang disambut tepuk tangan para peserta Harlah PKB.Prabowo Sebut Dasco, Cak Imin, dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Kumpul BahayaKetua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat Harlah PKB ke-28 di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7). Foto: Nasywa Athifah/kumparanPrabowo menyebut ada tiga tokoh politik yang diibaratkannya sebagai "kancil" karena dinilai cerdik.Ketiga tokoh yang dimaksud adalah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, dan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.Mulanya, Prabowo mengaku hampir terbawa suasana setelah menyaksikan sejumlah penampilan dalam acara Harlah PKB."Saya khawatir lama-lama di sini saya tidak tahan, saya bisa keluar air mata itu. Gerindra aja enggak pakai begitu itu kok," ujar Prabowo disambut tawa hadirin.Prabowo kemudian menggoda Dasco terkait posisinya sebagai Ketua Harian Partai Gerindra."Kau coba hati-hati kau, lu mau jadi Ketua Harian lagi enggak lu? Ini akal-akalan Gus Imin ini," katanya.Prabowo lalu menyebut Cak Imin dan Dasco sebagai dua kancil dalam dunia politik Indonesia."Memang di Indonesia ini ada dua pemimpin kancil, Gus Imin dan Sufmi Dasco," ujarnya.Secara khusus, Prabowo juga melontarkan candaan kepada Dasco yang disebutnya kini telah naik pangkat."Kalau Pak Dasco sekarang sudah jadi profesor, dulu provokator," ucap Prabowo yang kembali mengundang gelak tawa para tamu.Tak berhenti di situ, Prabowo juga berkelakar bahwa dirinya pernah menarik Dasco agar bergabung dengannya."Kau kalau gua enggak narik lu, jangan-jangan enggak tahu lu ke mana sekarang itu," katanya kepada Dasco.Selanjutnya, Prabowo menunjuk Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai kancil ketiga. Pernyataan itu langsung disambut tawa Bahlil dan para hadirin."Kancil ketiga mungkin Ketum Golkar itu," kata Prabowo sambil mengarah kepada Bahlil.Menutup candaan tersebut, Prabowo mengatakan ketiga tokoh itu akan menjadi kombinasi yang berbahaya apabila berkumpul dalam satu forum."Itu kalau tiga orang berkumpul repot kita ini. Bahaya," ujar Prabowo disambut tawa dan tepuk tangan peserta Harlah PKB.Prabowo Terharu Lihat Baju 'Prabowonomics' PKB, Langsung Bercanda ke DascoPeserta mengenakan kaus bertuliskan "Prabowonomics" saat menghadiri Puncak Harlah PKB ke-28 di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanPrabowo mengaku terharu melihat kader PKB mengenakan kaus bertuliskan "Prabowonomics". Prabowo mengatakan penghormatan yang diberikan PKB kepadanya terasa sangat istimewa. Bahkan, menurutnya, kader Partai Gerindra sendiri tidak pernah mengenakan kaus serupa.Sambil bercanda, ia pun menanyakan perihal itu kepada Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, yang turut duduk di hadapannya."Saudara memberi penghargaan yang luar biasa ke saya. Bahkan Gerindra saja enggak pakai kaus kayak kalian. Gimana itu Dasco? Gerindra aja enggak pakai," kata Prabowo disambut tawa hadirin.Prabowo menjelaskan, kader Gerindra tidak menggunakan atribut tersebut karena mengetahui dirinya tidak akan pernah memberikan izin."Karena mereka tahu saya enggak izinkan. Ini kalau kalian minta izin, tidak mungkin saya izinkan. Benar, benar, saya bukan mau sok merendah, bukan. Tapi memang saya enggak pantas," ujarnya.Menurut Prabowo, konsep ekonomi yang selama ini diperjuangkannya bukanlah sesuatu yang lahir dari pemikirannya sendiri. Ia menegaskan gagasan tersebut merupakan implementasi dari nilai-nilai ekonomi Pancasila dan amanat konstitusi."Tidak ada, ini adalah ekonomi Pancasila, konstitusi, ini ekonomi rakyat. Tapi saya merasa saya sangat dihormati. Jadi saya terima kasih dari hati saya yang paling dalam," katanya.Prabowo mengaku kehadirannya dalam Harlah PKB membuat dirinya merasa bahagia sekaligus terharu. Ia menilai dukungan PKB terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah menjadi bentuk penghormatan yang sangat berarti."Pertama-tama, tentunya saya ingin sampaikan penghormatan saya, ucapan terima kasih saya atas kehormatan yang besar diberikan kepada saya untuk hadir dalam acara ini. Saya sungguh merasa bahagia dan merasa terharu hadir di acara malam hari ini," ujar Prabowo.Ia mengatakan rasa harunya semakin bertambah karena PKB secara terbuka menunjukkan dukungan terhadap arah baru kebijakan ekonomi pemerintah melalui tema dan atribut yang digunakan dalam acara tersebut."Saya terharu karena PKB dalam hari ulang tahunnya dengan begitu tegas menyampaikan dukungan kepada arah baru ekonomi kita. Juga merasa terharu saudara memakai kaus 'Prabowonomics'," ucapnya.Meski demikian, Prabowo kembali menegaskan bahwa penggunaan istilah Prabowonomics menurutnya tidak sepenuhnya tepat karena gagasan ekonomi yang ia usung bukanlah pemikiran baru ataupun miliknya secara pribadi."Sesungguhnya terus terang saja tidak pantas saudara pakai nama saya di situ," katanya.Prabowo menjelaskan keyakinan ekonomi yang selama ini diperjuangkannya bersumber dari cita-cita para pendiri bangsa, Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, serta amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34.Prabowo: PDIP Sebetulnya Satu Hati dengan Kita, Tapi Kita Tak Masalah DikritikPresiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Puncak Harlah PKB ke-28 di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026). Foto: Youtube/ DPP PKBPrabowo mengatakan perbedaan pilihan politik tidak seharusnya dipandang sebagai permusuhan permanen. Menurutnya, dinamika politik memungkinkan pihak-pihak yang sebelumnya berseberangan untuk kembali bekerja sama."Jadi saudara-saudara, bersaing itu baik, bertanding itu baik. Kadang-kadang kita berpisah, enggak ada masalah, nanti juga gabung lagi," kata Prabowo.Dalam kesempatan itu, Prabowo secara khusus menyinggung PDIP. Ia meyakini partai berlambang banteng tersebut memiliki cita-cita yang sejalan dengan pemerintah, terutama dalam menjalankan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945."PDIP juga hatinya juga sebetulnya sama dengan kita. Benar, coba cek. Gali hatinya, sebetulnya sama," ujarnya.Prabowo menilai kesamaan tersebut berakar dari pemikiran para pendiri bangsa, termasuk Presiden pertama RI Soekarno dan Wakil Presiden pertama Mohammad Hatta, yang merumuskan UUD 1945 sebagai dasar penyelenggaraan negara."Ini Undang-Undang Dasar 1945 yang bikin Bung Karno, Bung Hatta, pendiri-pendiri bangsa kita. Hati mereka sama," tuturnya.Sambil bercanda, Prabowo kemudian menambahkan bahwa para pendiri bangsa hanya tidak sempat membuat rekomendasi seperti tradisi ijtima ulama yang dikenal saat ini."Hanya belum bikin rekomendasi seperti ijtima ulama, belum," ucapnya yang disambut tawa hadirin.Selain berbicara mengenai persaingan politik, Prabowo juga menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan kritik yang disampaikan kepada pemerintah. Menurutnya, kritik justru menjadi bagian penting untuk memperbaiki jalannya pemerintahan."Tapi kita enggak ada masalah dikritik. Itu baik. Kritik itu menyelamatkan. Kritik itu mengingatkan sebetulnya," kata Prabowo.Meski demikian, ia mengingatkan agar kritik tidak berubah menjadi caci maki maupun fitnah."Tapi ada beda kritik dan caci maki, ya kan. Kritik dengan fitnah itu beda," ujarnya.Prabowo menegaskan pemerintah akan tetap fokus bekerja selama berada di jalur yang benar dan menjalankan amanat konstitusi."Tidak ada masalah. Kalau kita benar, kalau kita menjalankan kebenaran, kalau kita berada di jalan yang benar, tidak ada masalah. Kita terus akan kuat. Keyakinan kita," kata Prabowo.