AKBP Braiel Arnold Rondonuwu. Foto: Dok. kumparanPihak kepolisian memastikan tidak ada tindakan kekerasan saat proses mediasi antara sekuriti proyek MRT berinisial FH dan pengendara Toyota Alphard yang viral di media sosial.Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, polisi telah melakukan pengecekan terhadap proses mediasi yang berlangsung di Pospol Thamrin.“Tidak ada. Jadi pada saat proses mediasi tidak ada kekerasan atau pemukulan, tidak ada,” kata Braiel, Jumat (24/7).Braiel juga menegaskan hingga kini polisi masih mengklarifikasi berbagai informasi yang beredar, termasuk pengakuan petugas keamanan yang menyebut dirinya diminta bersujud saat mediasi.“Jadi kalau ini kami masih mengklarifikasi yang bersangkutan bagaimana prosesnya pada saat itu seperti apa riilnya. Tapi yang jelas untuk proses pada saat itu tidak ada dilakukan atau kekerasan yang dialami oleh yang bersangkutan. Tidak ada pemukulan atau tindakan kekerasan, tidak ada,” ujarnyaPelican Crossing di Bundaran HI. Foto: GeorginaCaptures/ShutterstockInsiden itu bermula saat sebuah mobil Alphard menerobos lampu merah penyeberangan di depan Halte Hotel Pullman. Petugas keamanan kemudian menegur pengemudi hingga keduanya terlibat perselisihan sebelum akhirnya dimediasi di Pospol Thamrin.Video dan pengakuan petugas keamanan kemudian viral di media sosial. Ia mengaku sempat mendapat intimidasi saat proses penyelesaian perkara.Sementara itu, pengacara FH Wiradarma Harefa menyebut kliennya merasa sangat ketakutan hingga sujud minta maaf kepada pengemudi alphard.“FH ketakutan luar biasa akhir minta maaf sampai sujud di hadapan mereka,” ujar Wiradarma Harefa, Jumat (24/7)Wiradarma menjelaskan, setelah insiden di lampu merah pelican crossing, kliennya dibawa ke pos polisi di sekitar Bundaran HI. Di sana, diduga terjadi intimidasi."Di dalam pos, FH disuruh push up tapi ditolak karena FH belum makan dan baru beberapa hari menjalani operasi, sehingga gak kuat melakukan push up," ungkap Wira."Namun sebagai ganti di suruh melakukan gerakan seperti mengayuh sepeda dengan posisi telentang di lantai," lanjutnya.Tak berhenti di sana, tiga orang yang naik mobil Alphard itu juga disebut sempat mengancam akan melaporkan FH ke tempatnya bekerja agar dipecat."Lalu mereka mengancam melapor di tempat bekerja, biar dipecat, dikatain anj**g sampai FH ketakutan luar biasa, dengan terus menerus mengancam, intimidasi FH ketakutan luar biasa akhir minta maaf sampai sujud di hadapan mereka," bebernya.