Ilustrasi hubungan toxic berujung pertengkaran. Foto: Keira Burton/PexelsSering kali konflik dalam hubungan atau pertemanan berakhir menjadi masalah fisik yang fatal. Banyak konflik yang awalnya hanya datang dari rasa cemburu, saling sindir, atau kesalahpahaman kecil. Namun, ketika masalah tersebut terus dibiarkan tanpa penyelesaian, dampaknya bisa memengaruhi kondisi emosi seseorang.Belum lama ini, kasus pengeroyokan yang melibatkan nama TikToker Mondy Tatto di Bekasi ikut menjadi sorotan. Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa tersebut diduga akibat persoalan cinta segitiga dan pengaruh alkohol. Meski setiap kasus memiliki latar belakang yang berbeda, kejadian ini menjadi pengingat bahwa konflik dalam hubungan yang tidak diselesaikan sejak awal bisa berujung pada kekerasan fisik.Penelitian Permana dan Azca (2023) menemukan bahwa berteman di lingkungan yang tidak sehat (toxic) bisa membuat seseorang kesulitan mengontrol emosinya sendiri. Akibatnya, ketika rasa cemburu dan kesal terus dipendam di dalam tongkrongan tersebut, hal itu lama-kelamaan bisa memicu amarah besar yang merugikan orang lain. Nah, berikut beberapa alasan psikologis mengapa pertengkaran di dalam lingkaran pertemanan bisa memicu tindakan pengeroyokan:Pengaruh Minuman Keras yang Menghilangkan Kesabaran Ilustrasi melepaskan orang toxic. Foto: ShutterstockSalah satu penyebab utama kenapa masalah kecil bisa mendadak berubah menjadi kekerasan fisik adalah karena minuman keras. Padahal, Ciorba dan Rada (2022) dalam penelitiannya menemukan bahwa pengaruh zat tersebut secara psikologis merusak fungsi kontrol diri (self-regulation) seseorang. Ketika kendali emosi tersebut sudah hilang, kesadaran mereka otomatis akan menurun sehingga jauh lebih mudah menunjukkan perilaku kasar yang membahayakan orang lain saat ada masalah.Kondisi ini membuat masalah sepele yang harusnya bisa diselesaikan baik-baik malah ditanggapi dengan amarah yang berlebihan. Akibatnya, mereka jadi nekat melakukan tindakan pengeroyokan tanpa memikirkan dampaknya.Rasa Cemburu Akibat Masalah PercintaanIlustrasi rasa cemburu akibat cinta segitiga. Foto: Israyosoy/ PexelsMasalah cinta segitiga di dalam lingkungan pertemanan memang sering kali membuat suasana menjadi tidak nyaman. Ketika ada rasa cemburu atau sakit hati yang dibiarkan begitu saja tanpa dibicarakan, masalah tersebut lama-kelamaan pasti akan membesar dan merusak pertemanan itu sendiri.Rasa cemburu di dalam lingkaran pergaulan sering kali tidak disadari oleh banyak orang. Padahal, emosi yang terus dipendam ini bisa membuat pertemanan jadi rusak. Penelitian Maghfiroh (2024) tentang kecemburuan sosial menunjukkan bahwa rasa cemburu yang tidak dikelola dengan baik bisa langsung membuat seseorang hilang kesabaran dan main tangan.Fakta ini menjelaskan mengapa masalah percintaan yang menimbulkan rasa cemburu justru menyebabkan orang berbuat nekat hingga tega melakukan pengeroyokan seperti pada kasus Mondy Tatto. Hubungan dekat yang awalnya biasa saja pun akhirnya berubah menjadi aksi kriminal hanya karena persoalan tersebut tidak diselesaikan.Tekanan Lingkungan Pertemanan yang BurukHal ini berawal dari kebiasaan berada di dalam lingkaran pertemanan yang biasa menggunakan kekerasan. Ketika aksi berantem atau ribut dianggap sebagai hal biasa di tongkrongan tersebut, mereka tidak akan merasa bersalah lagi saat berbuat kasar. Dampak dari tekanan lingkungan pertemanan yang buruk ini akhirnya bikin orang yang tadinya biasa saja ikut-ikutan nekat saat kelompoknya sedang terlibat konflik.Banyak orang yang terpaksa ikut menyerang karena pengaruh dari teman satu tongkrongan. Menurut studi dari Hidayat (2024), lingkungan yang tidak sehat di dalam suatu pertemanan memang bisa membuat orang-orang di dalamnya melakukan kekerasan bersama-sama. Akibatnya, mereka jadi tega melakukan tindakan pengeroyokan tanpa memikirkan akibat ke depannya.Pentingnya Menjaga Jarak dari Pertemanan yang ToxicIlustrasi menjaga jarak dari pertemanan yang toxic. Foto: Vitaly Gariev/ PexelsBerani menjauh dari lingkaran pertemanan yang tidak sehat (toxic) menjadi kunci utama agar pertengkaran tidak berujung pada kekerasan. Sebagai teman, kita tidak boleh cuek saat tongkrongan sudah tidak aman. Ketika ada teman yang mulai menunjukkan perubahan sikap, seperti gampang main tangan, suka memprovokasi, atau hobi minum minuman keras, sebaiknya kita mulai jaga jarak. Di sisi lain, teman yang baik juga harus berani menegur jika ada yang salah paham akibat masalah percintaan karena cemburu. Sikap tegas menolak kekerasan bisa mencegah terjadinya tindakan pengeroyokan. Lingkungan pertemanan yang sehat inilah yang menjaga kita agar tidak terjebak dalam masalah yang merugikan diri sendiri.Pada akhirnya, kita tidak perlu menjadi teman yang sempurna dalam segala hal, tetapi cukup tunjukkan bahwa kita bisa menjadi lingkungan pergaulan yang aman tanpa saling menjatuhkan. Menjaga komunikasi yang baik sejak awal menjadi kunci penting, agar seberat apa pun masalah cinta yang terjadi, kita tetap memiliki tempat berkumpul yang aman tanpa kekerasan fisik.