B50 Pangkas Impor Minyak hingga 300 Ribu Barel per Hari

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan program mandatori biodiesel B50 berhasil mengurangi impor minyak Indonesia hingga 250–300 ribu barel per hari.“Dengan B50, kita mampu memangkas impor minyak hampir 250–300 ribu barel per hari,” kata Bahlil dalam pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition 2026 di Jakarta, Selasa.Bahlil menjelaskan konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari, sementara produksi minyak domestik hanya sekitar 600–615 ribu barel per hari. Sebelum B50, Indonesia mengimpor sekitar 1 juta barel minyak per hari untuk memenuhi kebutuhan energi.Menurutnya, penerapan B50 menurunkan impor minyak menjadi sekitar 700–750 ribu barel per hari. Program ini juga mempercepat transisi dari energi fosil ke energi alternatif berbasis sumber daya dalam negeri.Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan Indonesia mulai menghentikan impor solar sejak Juli 2026 berkat implementasi B50, yakni solar dengan campuran 50 persen biodiesel berbahan baku minyak sawit.Selain B50, pemerintah juga mengembangkan bensin campuran etanol 10 persen (E10) dan menargetkan peningkatan bauran hingga E20. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah akan mempercepat pembangunan pabrik bioetanol guna memperkuat ketahanan energi nasional. (*)