BorneoFlash.com, PASER – Panggung arena lokal kini bertransformasi menjadi pentas internasional seiring dibukanya ajang Paser International Table Tennis Championship (PITTC) 2026, sebuah pencapaian bersejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah Bumi Daya Taka.Bertempat di GOR Sadurengas, pameran ketangkasan tenis meja skala global ini secara resmi bergulir sejak 20 hingga 26 Juli 2026. Prosesi seremoni pembukaan dipimpin langsung oleh Bupati Paser dr. Fahmi Fadli dengan didampingi Ketua Umum PB PTMSI Peter Layardi Lay serta jajaran Forkopimda.Bupati Paser, Fahmi Fadli persaingan ini dipastikan berlangsung sengit karena menghadirkan deretan petenis meja tangguh dari enam negara Asia, yakni Jepang, Korea Selatan, India, Filipina, Malaysia, hingga Kamboja. Kehadiran para kontingen mancanegara ini menjadi ujian nyata bagi kemampuan atlet tanah air di atas meja hijau.“Ajang ini juga dirancang sebagai kalkulasi strategis, kami memanfaatkannya sebagai gladi bersih utama dalam mengukur kesiapan infrastruktur dan manajemen acara sebelum Paser menjadi tuan rumah Porprov VIII Kaltim pada November 2026 mendatang,” terangnya, pada Selasa (21/7/2026).Denyut perekonomian warga di Tanah Grogot pun ikut terpacu secara signifikan. Kedatangan ratusan kontingen, atlet, hingga tim ofisial luar negeri langsung memberi angin segar bagi tingkat okupansi hotel, kedai kuliner lokal, hingga para pelaku UMKM setempat.Visi besar pemanfaatan sektor sport tourism ini ditegaskan kembali oleh Bupati Fahmi Fadli. Ia berkomitmen untuk mematenkan turnamen ini sebagai kalender rutin tahunan, sekaligus menaikkan nominal total hadiah demi memikat lebih banyak bintang tenis meja dunia di masa depan.“Saya tadi sempat menyapa para tamu mancanegara dengan bahasa Inggris, dengan harapan agar kunjungan para delegasi internasional ini menjadi awal dari hubungan panjang yang akan terus berlanjut di edisi-edisi kejuaraan berikutnya,” jelasnya.Selain geliat kompetisi, nilai-nilai sportivitas dan penghormatan antar-atlet tetap menjadi roh utama yang digaungkan selama kejuaraan. Pihak penyelenggara mendorong seluruh peserta untuk menjadikan turnamen ini sebagai wadah mempererat persahabatan lintas negara di luar skor pertandingan.Keberhasilan pembukaan kejuaraan ini tidak terlepas dari kolaborasi erat antara jajaran pemerintah daerah, PB PTMSI, pihak sponsor, serta antusiasme masyarakat lokal yang memadati tribune arena untuk memberikan dukungan moral.“Daerah ini tidak lagi hanya dikenal sebagai kawasan kaya sumber daya, tetapi juga mulai mengukuhkan diri sebagai poros baru pariwisata olahraga yang diperhitungkan di Kalimantan Timur,” tegasnya. (*)